kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Royalti Anjlok Hingga Rp25 Juta, Rhoma Irama Kritik Sistem LMKN

Royalti Anjlok Hingga Rp25 Juta, Rhoma Irama Kritik Sistem LMKN
Musisi Dangdut Senior Rhoma Irama (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Musisi dangdut senior Rhoma Irama menyoroti anjloknya pendapatan royalti musisi yang disebut turun drastis dalam satu periode terakhir, bahkan dari miliaran rupiah menjadi puluhan juta saja.

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut menimbulkan kegelisahan di kalangan pelaku industri musik karena berdampak langsung pada kesejahteraan para pencipta lagu.

“Biasanya mereka bisa dapat sekitar Rp1,5 miliar per periode. Sekarang cuma sekitar Rp25 juta. Itu mau dibagi bagaimana?” ujarnya dalam sosial media miliknya, Sabtu (11/04).

Menurut Rhoma, penurunan tajam ini tidak lepas dari persoalan distribusi royalti yang dikelola oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional. Ia menilai mekanisme yang berjalan saat ini belum transparan dan perlu dievaluasi.

“Ini sangat menyedihkan. Apalagi menjelang kebutuhan besar seperti Lebaran, para musisi tentu sangat bergantung pada royalti,” katanya.

Ia bersama sejumlah pelaku industri musik lainnya mendesak adanya perbaikan sistem, khususnya dalam hal keterbukaan data dan kejelasan skema pembagian royalti kepada para pencipta lagu.

Sebagai bentuk kepedulian, Rhoma juga memberikan bantuan sebesar Rp100 juta kepada musisi terdampak, sekaligus menyuarakan pentingnya pembenahan tata kelola royalti secara menyeluruh.

“Kita minta pengelolaan ini kembali pada aturan yang jelas, sesuai undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Rhoma merujuk pada Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014 sebagai dasar hukum yang harus menjadi acuan dalam sistem distribusi royalti nasional.

Ia juga menekankan perlunya kejelasan mekanisme selama masa transisi agar tidak merugikan para pelaku industri musik yang menggantungkan penghasilan dari hak cipta.

Di sisi lain, Rhoma mengaku pernah membebaskan royalti untuk lagu-lagunya yang diputar di kafe dan restoran sebagai bentuk kepedulian sosial, meski kondisi saat ini menurutnya membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

“Kalau sistemnya tidak dibenahi, yang paling terdampak adalah para pencipta lagu,” tukasnya.

error: Content is protected !!