kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Reni Dukung Pembatalan Wacana PJJ, Utamakan Pembelajaran Tatap Muka

Reni Dukung Pembatalan Wacana PJJ, Utamakan Pembelajaran Tatap Muka
Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti mengingatkan pemerintah agar setiap kebijakan di sektor pendidikan disusun secara matang dan tidak diambil secara tergesa-gesa. Hal ini disampaikannya menyusul polemik yang berkembang terkait wacana penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sempat mencuat sebelumnya.

Reni menyampaikan bahwa kebijakan pendidikan memiliki dampak luas terhadap proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik. Oleh karena itu, setiap keputusan harus didasarkan pada kajian menyeluruh yang mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dampak jangka panjang.

“Dalam membuat kebijakan, dalam hal ini sektor pendidikan, kita tidak boleh mengambil keputusan secara terburu-buru. Semua kebijakan harus melalui kajian yang mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi siswa,” ujar Reni dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3).

Ia menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti yang membatalkan wacana penerapan Pembelajaran Jarak Jauh pada Rabu (25/3).

Menurut Reni, keputusan tersebut dinilai tepat karena mempertimbangkan efektivitas proses pembelajaran di sekolah.

Reni menilai bahwa pembelajaran tatap muka masih menjadi metode yang paling efektif dalam mendukung kualitas pendidikan saat ini. Ia menegaskan bahwa interaksi langsung antara guru dan siswa berperan penting dalam membangun pemahaman materi serta membentuk karakter peserta didik.

“Sekolah tatap muka tetap menjadi pilihan terbaik saat ini, karena memberikan pengalaman belajar yang lebih utuh, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter,” jelasnya.

Meski demikian, Reni mengakui bahwa inovasi di bidang pendidikan tetap diperlukan seiring perkembangan teknologi dan tantangan zaman. Namun, inovasi tersebut harus diterapkan secara bertahap dan tetap menjaga kualitas pembelajaran.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam merumuskan kebijakan pendidikan. Menurutnya, tenaga pendidik, orang tua, serta pakar pendidikan perlu dilibatkan agar kebijakan yang dihasilkan lebih komprehensif dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Lebih lanjut, Reni berharap setiap kebijakan pendidikan benar-benar berorientasi pada kepentingan terbaik peserta didik. Ia menilai kebijakan yang tepat akan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan nasional secara berkelanjutan.

“Tujuan utama pendidikan adalah mencetak generasi yang unggul. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus benar-benar matang dan berorientasi pada masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

Selain menyoroti kebijakan pendidikan, Reni juga menyinggung isu penghematan energi yang saat ini menjadi perhatian nasional. Ia mendorong pemerintah untuk lebih selektif dalam menentukan sektor yang relevan menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Menurutnya, penerapan WFH harus mempertimbangkan keberlangsungan layanan penting, termasuk di sektor pendidikan, agar tidak mengganggu proses pembelajaran maupun kegiatan strategis lainnya.

Loading