Indeks
News  

Rembang Katapi Music Art Studio: Dari Pinggir Sawah Toraja Menuju Panggung Internasional

Rembang Katapi Music Art Studio: Dari Pinggir Sawah Toraja Menuju Panggung Internasional
Foto bersama Pendiri Rembang Katapi Music Art Studio, James Tangjong, bersama sang istri (yang juga mengajar kelas Bahasa Inggris) dan 13 murid berprestasi di ruang kerja Rembang Katapi Music Art Studio. (Dok: Ist)

KabarMakassar.comBerawal dari sebuah mimpi masa kecil yang sederhana, James Tangjong kini sukses membawa nama Toraja ke panggung musik internasional. Didorong oleh pengalamannya yang sempat kesulitan menemukan tempat belajar musik di tanah kelahirannya, ia nekat mendirikan Sanggar Seni Musik Katapi Rembang tepat di pinggiran sawah, kawasan Ba’tan, Kecamatan Kesu’, Kabupaten Toraja Utara.

Studio musik ini mulai dirintis pada tahun 2020 lalu, tepat di tengah pandemi Covid-19. Meski mengawali langkah di masa sulit hanya dengan 10 siswa, konsistensi Rembang Katapi selama enam tahun terakhir membuahkan hasil yang manis. Saat ini, jumlah siswa yang menimba ilmu di studio tersebut telah berkembang pesat hingga mencapai 130 orang.

James, yang merupakan lulusan jurusan musik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, sebelumnya sempat mengecap pengalaman mengajar selama delapan tahun di salah satu studio musik ternama di Kota Yogyakarta. Berbekal keahlian piano klasiknya, ia sebenarnya mendapat banyak tawaran menggiurkan untuk membuka studio di Pulau Jawa. Namun, panggilan hati untuk membangun kampung halaman jauh lebih kuat.

“Sebelum bangun Rembang Katapi, kita sudah kerja ikut orang selama 8 tahun. Hanya karena tidak ingin melihat anak muda di Toraja mengalami nasib yang sama dengan saya dulu (kesulitan belajar musik), akhirnya segala kesepakatan untuk membuka studio di daerah Jawa kami tolak,” ungkap James yang juga bertindak sebagai guru piano utama.

Sejak tahun 2024, Katapi Rembang mulai aktif mengikutsertakan para siswanya dalam berbagai kompetisi internasional tingkat Asia. Menurut James, ajang kompetisi bukan sekedar mengejar piala, melainkan wadah penting untuk melatih mental, kedisiplinan, serta konsistensi anak-anak dalam mendalami instrumen piano.

Komitmen tersebut membuahkan hasil gemilang baru-baru ini. Pada ajang Indonesia National Piano Festival yang digelar di Yogyakarta pada 17 Mei 2026, sebanyak 13 murid kelas piano dari Rembang Katapi sukses memborong penghargaan bergengsi. Tidak tanggung-tanggung, mereka berhasil menyabet 5 penghargaan emas, 3 platinum dan 5 diamond high score.

Keberhasilan luar biasa ini sekaligus mengantarkan para finalis muda asal Toraja tersebut untuk melangkah ke babak selanjutnya dalam kompetisi internasional yang akan diselenggarakan di Seoul (Korea Selatan), Thailand, dan Singapura.

Demi mengasah kepercayaan diri dan kemampuan tampil di depan publik, Rembang Katapi juga rutin menggelar panggung berkala seperti Konser Natal hingga program Saturday Tiny Music yang diadakan di berbagai kafe lokal.

Melalui visi yang kuat, James berharap generasi muda Toraja tidak hanya mahir bermusik, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi di level global.

Untuk mendukung keterjangkauan akses pendidikan, Rembang Katapi Music Art Studio tidak hanya membuka kelas les piano. Dipandu oleh James dan sang istri, studio ini juga menyediakan ruang belajar untuk les gitar, teori musik umum, hingga les bahasa Inggris dengan biaya yang sangat terjangkau bagi masyarakat lokal.

error: Content is protected !!
Exit mobile version