kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Puskesmas Bululoe Libatkan Remaja Jaring Smart dalam Kelas Ibu Balita

Puskesmas Bululoe Libatkan Remaja Jaring Smart dalam Kelas Ibu Balita
Remaja peserta jaring smart saat memberikan edukasi ibu balita tentang pengasuhan balita, gizi, dan stimulasi tumbuh kembang anak di Dusun Punagaya Selatan (Dok : Ist).

KabarMakassar.com — Suasana berbeda tampak di Dusun Punagaya Selatan, Desa Bululoe, Kecamatan Turatea, saat Puskesmas Bululoe menggelar kegiatan Kelas Ibu Balita, baru-baru ini.

Tidak hanya dihadiri oleh para ibu dengan anak usia 0–5 tahun, kegiatan ini turut diwarnai dengan kehadiran kelompok remaja Jaring Smart, sebuah inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto.

Sebanyak 15 orang ibu hadir sebagai peserta kelas. Mereka mendapat materi seputar pengasuhan balita, gizi, dan stimulasi tumbuh kembang anak.

Namun yang menarik, kali ini para remaja Jaring Smart tak hanya hadir, tetapi berperan aktif dalam memberikan edukasi, memfasilitasi permainan interaktif, hingga membantu petugas Puskesmas secara langsung.

“Saya sangat mengapresiasi keterlibatan mereka. Kegiatan terasa lebih ringan dan menyenangkan karena semangat anak-anak muda ini,” ujar Kepala Puskesmas Bululoe, Alim Bachri, Rabu (28/5).

Alim menambahkan bahwa remaja Jaring Smart sebelumnya telah mendapat pelatihan, pembekalan, dan pendampingan untuk bisa terjun langsung ke lapangan.

Tidak hanya di kelas ibu balita, ia berharap mereka bisa terus dilibatkan dalam berbagai kegiatan kesehatan komunitas, terutama yang menyasar kelompok usia remaja dan isu pencegahan stunting.

Remaja Jaring Smart sendiri merupakan inovasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto yang diluncurkan pada September 2021 oleh Bupati Jeneponto saat itu, Iksan Iskandar.

Tujuannya adalah menjaring dan melatih remaja untuk menjadi agen perubahan dalam bidang kesehatan di lingkungan masing-masing.

Dengan keterlibatan mereka, kegiatan kelas ibu balita bukan hanya menjadi ruang edukasi bagi para ibu, tapi juga menjadi momen kolaborasi antar generasi dalam menciptakan keluarga sehat di masa depan.

“Semoga ini menjadi awal dari keterlibatan aktif remaja dalam isu-isu kesehatan masyarakat. Mereka adalah harapan masa depan kita,” tutup Alim Bachri.

error: Content is protected !!