kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pria Ditemukan Tewas Dalam Kamar Wisma di Maros, Diduga Sempat Chek-in Bersama Perempuan

Seorang Pria Tewas Dalam Kamar Wisma di Maros, Diduga Sempat Chek-in Bersama Perempuan
Ilustrasi korban. Dok. Ist

KabarMakassar.com — Seorang pria paruh baya berinisial N (54) ditemukan tewas di salah satu kamar wisma di Kabupaten Maros. Korban diduga sempat check-ini bersama seorang remaja perempuan.

Diketahui, korban ditemukan oleh seorang resepsionis di salah satu kamar wisma di Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Rabu (12/11) siang.

Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Ridwan menerangkan bahwa korban diketahui masuk ke wisma tersebut pada Selasa (11/11).

Kemudian, keesokan harinya salah satu resepesionis wisma itu mengetuk pintu kamar untuk mengingatkan waktu chek-out pukul 12.00 WITA, namun tidak ada reaksi dari dalam kamar korban.

Sang resepsionis tersebut sempat menuggu beberapa waktu, sebab mengira korban masih tidur. Setelah lama menuggu resepsionis itupun membuka kamar dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.

“Hingga pukul 14.00 WITA, pintu kembali diketuk tapi tetap tidak ada respons. Resepsionis kemudian membuka kamar dan melihat korban sudah tidak bernyawa,” kata Ridwan, Jumat (14/11).

Polisi yang menerima laporan langsung ke lokasi kejadian, dan menemukan beberapa minuman dan suplemen di kamar korban yang diduga obat kuat atau minuman energi. Sehingga temuan tersebut diduga menjadi salah satu indikator awal dalam penyelidikan penyebab kematian korban.

“Dalam olah TKP, ditemukan beberapa minuman yang bentuknya seperti obat atau kopi kuat,” sebutnya.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan bukti percakapan di ponsel korban yang mengarah pada dugaan bahwa korban tidak datang sendirian.

Ia diduga sempat bersama seorang remaja perempuan yang identitasnya belum diketahui. Bahkan korban chek-in di wisma tersebut menggunakan nama orang lain.

“Kemungkinan dia bersama seorang remaja, karena ada bukti chat di HP. Dia juga check-in bukan menggunakan namanya sendiri,” bebernya.

Meski telah dilakukan pemeriksaan, pihak keluarga korban menolak untuk diautopsi, dengan menganggap kematian korban sebagai musibah.

“Dari keluarga sudah menerima dan menolak autopsi,” tandas RIdwan.

error: Content is protected !!