KabarMakassar.com — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar Bahasa Portugis mulai diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk mempererat hubungan bilateral dengan Brasil dan negara-negara berbahasa Portugis lainnya.
“Saya akan memberi petunjuk kepada Menteri Pendidikan Tinggi dan Menteri Pendidikan Dasar untuk mulai mengajar Bahasa Portugis di sekolah-sekolah kita. Ini bukti bahwa kita memandang hubungan Brasil dan Indonesia sangat besar,” ujar Presiden Prabowo, dikutip dari Bloomberg Technoz, Jumat (24/10).
Langkah tersebut, menurut Prabowo, bukan sekadar bentuk penghormatan terhadap hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga upaya memperluas cakrawala kerja sama strategis di bidang pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.
“Hubungan Indonesia dan Brasil tidak hanya bersifat simbolik atau diplomatik, tetapi kami arahkan menuju kerja sama konkret di berbagai bidang strategis,” tegasnya.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diterimanya saat kunjungan kenegaraan ke Brasília pada Juli lalu. Ia menyebut, kunjungan balasan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva ke Indonesia menjadi bukti eratnya hubungan kedua negara yang kini semakin menguat di kawasan selatan dunia.
“Saya ucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat baik waktu saya berkunjung ke Brasil, dan sekarang Yang Mulia Presiden Brasil membalas kunjungan kenegaraan itu. Kami sangat berterima kasih,” tutur Prabowo.
Pemerintah menilai pengajaran Bahasa Portugis merupakan pendekatan baru dalam diplomasi kebudayaan Indonesia. Selain memperkuat relasi dengan Brasil, langkah ini juga membuka peluang kerja sama dengan negara-negara anggota Community of Portuguese Language Countries (CPLP) seperti Portugal, Angola, dan Mozambik.
Bahasa Portugis sendiri merupakan bahasa resmi di sembilan negara dan digunakan oleh lebih dari 260 juta orang di dunia. Dengan kebijakan baru ini, Indonesia diharapkan dapat memperluas jangkauan kerja sama globalnya sekaligus menegaskan posisi strategis di lingkar selatan dunia melalui jalur pendidikan dan kebudayaan.














