KabarMakassar.com — PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat menghentikan kebiasaan mencabut steker dengan menarik bagian kabel karena dapat menyebabkan kerusakan instalasi, korsleting, hingga kebakaran.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 ketenagalistrikan, terutama dalam penggunaan peralatan elektronik di lingkungan rumah tangga.
Meski terlihat sederhana, kebiasaan menarik kabel secara berulang dapat merusak serabut tembaga yang berada di dalam lapisan isolator. Kerusakan tersebut sering kali tidak terlihat dari luar, tetapi berpotensi mengganggu aliran listrik.
Tarikan pada kabel juga dapat membuat sambungan kawat tembaga di dalam kepala steker menjadi longgar. Kondisi itu bisa menyebabkan koneksi listrik tidak stabil dan memicu munculnya percikan api.
Dalam jangka panjang, kabel yang rusak dapat meningkatkan risiko hubungan arus pendek atau korsleting. Gangguan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memicu kebakaran di rumah maupun bangunan lainnya.
PLN mengingatkan masyarakat agar selalu memegang bagian kepala steker yang terbuat dari plastik keras saat mencabutnya dari stopkontak. Steker sebaiknya dilepaskan secara perlahan tanpa menyentak atau menarik kabel dari jarak jauh.
Masyarakat juga diminta rutin memeriksa kondisi kabel, steker, dan stopkontak. Peralatan listrik yang terlihat terkelupas, longgar, menghitam, atau mengeluarkan percikan api sebaiknya tidak lagi digunakan sebelum diperbaiki.
PLN menegaskan keselamatan kelistrikan dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang diterapkan secara konsisten di rumah.
Apabila menemukan potensi bahaya kelistrikan, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123.













