Indeks
News  

Percepat Penanganan Dampak Kekeringan, BPBD Jeneponto Jemput Bola Pendataan Wilayah Terdampak

Percepat Penanganan Dampak Kekeringan, BPBD Jeneponto Jemput Bola Pendataan Wilayah Terdampak
(Foto : IST)

KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto bergerak cepat mengantisipasi dan memetakan dampak musim kemarau di wilayahnya. Langkah percepatan penanganan kekeringan kini difokuskan pada pendataan menyeluruh di tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jeneponto, Andi Patoppoi, menyampaikan bahwa pihak BPBD telah menyurat ke seluruh jajaran pemerintah kecamatan. Kendati demikian, guna memotong jalur birokrasi yang memakan waktu, pihaknya juga membuka jalur pelaporan langsung bagi masyarakat maupun aparat setempat.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam rangka percepatan penanganan dampak kekeringan, saat ini BPBD Kabupaten Jeneponto sedang melakukan pendataan wilayah yang terdampak kekeringan. Kami mohon bantuan Bapak/Ibu untuk melaporkan desa atau kelurahan yang mengalami kekeringan di wilayah masing-masing,” ujar Andi Patoppoi dalam keterangannya, Kamis (6/8).

Langkah jemput bola ini diambil agar distribusi bantuan seperti pasokan air bersih maupun logistik darurat, dapat segera disalurkan secara tepat sasaran tanpa harus menunggu proses administrasi formal yang berbelit-belit.

“Surat permintaan data telah kami edarkan ke seluruh kecamatan. Namun, demi mempercepat proses pendataan dan tindak lanjut, kami sangat mengharapkan bantuan pelaporan secara langsung. Semakin cepat data kami terima, semakin cepat pula langkah penanganan yang dapat kami lakukan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui BPBD mengimbau para camat, kepala desa, lurah, hingga warga yang wilayahnya mulai mengalami krisis air bersih atau kekeringan lahan untuk segera memberikan informasi mendesak.

Guna mempermudah koordinasi di lapangan, BPBD Jeneponto menyediakan saluran khusus pelaporan cepat melalui kontak WhatsApp resmi di nomor 0822-4804-3572

error: Content is protected !!
Exit mobile version