kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pengembangan Kompetensi ASN Beralih ke Digital, BPSDM Sulsel Jangkau 137 Ribu Peserta

Pengembangan Kompetensi ASN Beralih ke Digital, BPSDM Sulsel Jangkau 137 Ribu Peserta
Kepala BPSDM Sulsel, Prof Muhammad Jufri (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 137.615 aparatur sipil negara (ASN) telah mengikuti Webinar ASN Adaptif hingga pertengahan 2026. Program pembelajaran berbasis digital itu menjadi salah satu strategi memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 yang mewajibkan setiap ASN mengembangkan kompetensinya.

Kepala BPSDM Sulsel, Prof Muhammad Jufri, mengatakan perubahan regulasi tersebut mendorong pemerintah menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel dan mudah diakses. Menurutnya, pengembangan kompetensi ASN kini tidak lagi bergantung pada pelatihan tatap muka.

“Kalau dulu ASN hanya dibatasi minimal 20 jam pelajaran per tahun, sekarang undang-undang menegaskan setiap ASN wajib mengembangkan kompetensinya. Pertanyaannya, bagaimana caranya? Tidak harus selalu melalui pelatihan tatap muka, tetapi juga bisa memanfaatkan pembelajaran digital,” kata Jufri, Kamis (2/7/2026).

Untuk mendukung kebijakan tersebut, BPSDM Sulsel mengembangkan Learning Management System (LMS) yang memungkinkan ASN belajar secara mandiri. Melalui platform tersebut, peserta dapat memilih materi sesuai kebutuhan, mengikuti evaluasi, hingga memperoleh sertifikat yang terintegrasi dengan sistem e-kinerja.

“Satu kali mengikuti pembelajaran nilainya setara tiga jam pelajaran. Setelah lulus, sertifikatnya langsung masuk ke e-kinerja ASN,” ujarnya.

Program Webinar ASN Adaptif sendiri telah berjalan sejak 2024 dan kini memasuki penyelenggaraan seri ke-63. Pesertanya tidak hanya berasal dari lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel, tetapi juga pemerintah kabupaten/kota hingga ASN dari berbagai daerah di Indonesia.

Setiap penyelenggaraan webinar mengangkat tema yang beragam sesuai kebutuhan aparatur. Materinya meliputi penguatan kompetensi manajerial, teknis, sosial kultural, hingga isu-isu aktual seperti pengentasan kemiskinan, perlindungan anak dari perundungan digital, mitigasi risiko pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta penguatan nilai-nilai spiritual ASN.

Tingginya antusiasme peserta terlihat dari jumlah peserta yang pada beberapa tema mencapai sekitar 5.000 orang dalam satu kali pelaksanaan. Hingga pertengahan 2026, BPSDM Sulsel telah menerbitkan sebanyak 141.108 sertifikat kompetensi yang dapat dikonversi sebagai jam pelajaran pengembangan kompetensi ASN.

Jufri mengatakan pelaksanaan webinar juga memperoleh respons positif dari para peserta. Berdasarkan survei internal BPSDM Sulsel, mayoritas peserta menyatakan sangat puas terhadap kualitas penyelenggaraan maupun materi yang diberikan.

“Peserta menilai materi yang diberikan relevan dengan pekerjaan sehari-hari, aplikatif, dan membantu meningkatkan produktivitas mereka dalam menjalankan tugas sebagai ASN,” katanya.

Menurut Jufri, capaian tersebut menunjukkan transformasi digital telah memperluas akses pengembangan kompetensi aparatur tanpa mengganggu tugas pelayanan publik. Ia menambahkan, pelaksanaan Webinar ASN Adaptif juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.

BPSDM Sulsel berharap semakin banyak ASN memanfaatkan platform pembelajaran digital yang telah disediakan.

“Harapan kami seluruh ASN terus meningkatkan kompetensinya. Semakin banyak ASN yang belajar dan mengembangkan diri, maka akan lahir aparatur yang semakin unggul, adaptif, dan berkinerja tinggi untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta mewujudkan Sulawesi Selatan yang maju dan berkarakter,” pungkas Jufri.

error: Content is protected !!