KabarMakassar.com — Penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros berasal dari RSUD dr La Palaloi.
Sampai dengan Juli 2025, retribusi pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemkab Maros tersebut sudah mencapai Rp41,4 miliar. Jumlah ini setara dengan 76 persen dari target Rp54,2 miliar.
Selain RSUD dr La Palaloi, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga mencatatkan kontribusi sebesar Rp15 miliar atau 55 persen dari target Rp27 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, Muh Ferdiansyah, mengatakan capaian RSUD dr La Palaloi menunjukkan sektor kesehatan masih menjadi primadona dalam mendongkrak PAD.
“Penyumbang terbesar PAD Maros tetap dari retribusi pelayanan kesehatan dan BLUD. Realisasinya terus bergerak positif hingga pertengahan tahun ini,” ujarnya, Minggu (24/08).
Secara total, target PAD Maros tahun ini dipatok Rp342 miliar. Hingga akhir Juli, realisasinya sudah mencapai Rp162 miliar atau sekitar 47,49 persen.
Ferdiansyah optimistis target tersebut bisa tercapai pada Desember mendatang.
“Kami terus mengoptimalkan penagihan pajak dan retribusi, termasuk melakukan jemput bola ke masyarakat,” katanya.
Meski RSUD dr La Palaloi jadi motor penggerak PAD, Pemkab Maros tetap menaruh harapan pada Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Hingga Juli lalu, realisasinya baru Rp7,4 miliar atau 18,37 persen dari target Rp40 miliar.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menambahkan bahwa pemerintah juga memberi keringanan bagi wajib pajak.
Antara lain penghapusan denda pajak hingga 3 Oktober 2025 serta pembebasan 71.151 objek PBB-P2 senilai Rp1,4 miliar.
“Penentuan target sudah disesuaikan dengan penghapusan pajak dan denda. Kita tetap optimis target bisa tercapai,” pungkasnya.













