KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan melanjutkan pembangunan rumah sakit regional dengan menyasar wilayah utara. Rumah Sakit (RS) Regional Wilayah Utara tersebut akan dibangun di Kabupaten Luwu dan ditargetkan dapat diselesaikan pada 2027.
Pembangunan rumah sakit ini menjadi bagian dari strategi Pemprov Sulsel untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan sekaligus mendekatkan fasilitas rujukan kepada masyarakat di luar Kota Makassar.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pembangunan RS Regional Wilayah Utara akan menggunakan skema proyek tahun jamak atau multiyears. Pembangunan di Luwu menjadi proyek berikutnya setelah Pemprov Sulsel memulai pembangunan RS Regional Wilayah Selatan di Bontolempangan, Kabupaten Gowa.
“Insyaallah tahun ini juga kita mulai pekerjaan fisiknya. Mohon doanya agar pembangunan berjalan lancar dan bisa selesai dalam dua tahun, yaitu pada 2027,” kata Andi Sudirman usai groundbreaking RS Regional Wilayah Selatan di Malino, Kabupaten Gowa, baru-baru ini.
Andi Sudirman menjelaskan pembangunan RS Regional Wilayah Selatan dan RS Regional Wilayah Utara masuk dalam program multiyears Pemprov Sulsel untuk periode 2026-2027.Untuk merealisasikan kedua proyek tersebut, pemerintah provinsi menyiapkan anggaran sekitar Rp500 miliar.
Pembangunan RS Regional Wilayah Selatan di Bontolempangan, kata Sudirman, dipilih dengan mempertimbangkan posisi wilayah tersebut yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Gowa, Bulukumba, dan Sinjai.
Keberadaan rumah sakit regional di kawasan itu diharapkan dapat memangkas waktu tempuh masyarakat dari wilayah selatan yang membutuhkan pelayanan kesehatan rujukan.
“Selama ini banyak masyarakat yang harus dirujuk ke Makassar dengan kondisi medan yang sulit,” katanya.
Dengan pembangunan RS Regional Wilayah Utara di Luwu, Sulawesi Selatan nantinya akan memiliki empat wilayah layanan rumah sakit regional.
Keempatnya mencakup RS Regional Bosowasi yang saat ini sudah beroperasi, RS Regional Wilayah Selatan yang tengah dibangun di Bontolempangan, Gowa, RS Regional Wilayah Utara yang akan dibangun di Luwu, serta RS Lakipadada di Tana Toraja yang telah mendapatkan peningkatan dari Kementerian Kesehatan.
“Jadi nantinya akan ada empat wilayah layanan rumah sakit regional. Semoga semuanya bisa segera selesai dan segera diresmikan,” katanya.
Menurut Andi Sudirman, pembentukan jaringan rumah sakit regional tersebut diharapkan dapat membuat pelayanan kesehatan lebih merata. Masyarakat di berbagai daerah tidak perlu lagi selalu menuju Makassar untuk memperoleh layanan kesehatan rujukan.
Dia menilai pemerataan fasilitas kesehatan menjadi penting karena masih terdapat masyarakat di luar Makassar yang menghadapi kendala akses ketika membutuhkan penanganan medis.
Kondisi tersebut menjadi semakin krusial ketika masyarakat menghadapi kasus yang membutuhkan penanganan segera, seperti stroke, perdarahan saat persalinan, hingga kondisi darurat akibat kecelakaan.
“Penanganan pertama sering kali terlambat karena akses yang sulit,” pungkasnya.













