kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kehadiran ASN Belum 100 Persen, Bupati Lutim Minta Pegawai Mangkir Disanksi

Kehadiran ASN Belum 100 Persen, Bupati Lutim Minta Pegawai Mangkir Disanksi
ASN Luwu Timur saat mengikuti apel pagi di halaman Kantor Bupati Luwu Timur (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menyoroti tingkat kedisiplinan dan kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Ia meminta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) memberikan sanksi kepada pegawai yang terbukti tidak disiplin.

Hal tersebut disampaikan Irwan saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Luwu Timur, Senin (3/8).

Irwan mengatakan kepatuhan pegawai terhadap standar operasional prosedur berpakaian dinas sudah cukup baik. Namun, hasil inspeksi mendadak yang dilakukannya beberapa waktu lalu menunjukkan kehadiran ASN di sejumlah OPD belum mencapai 100 persen.

Ia meminta kondisi tersebut segera ditindaklanjuti oleh masing-masing kepala OPD, termasuk dengan memberikan sanksi kepada pegawai yang mangkir maupun datang tidak tepat waktu.

”Masih ada pegawai yang belum tepat waktu. Saya minta kepala OPD menindaklanjuti hal ini dan memberikan sanksi tegas kepada pegawai yang melanggar agar ada efek jera,” tegas Irwan dalam amanatnya.

Selain kedisiplinan pegawai, Irwan juga menyoroti realisasi anggaran pemerintah daerah yang dinilai masih rendah. Ia meminta seluruh OPD mempercepat pelaksanaan program dan memangkas hambatan birokrasi yang dapat menghambat penyerapan anggaran.

Bupati menargetkan peningkatan realisasi anggaran dapat dilakukan secara signifikan paling lambat dalam satu pekan.

Ia juga meminta kepala OPD segera menyelesaikan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta meningkatkan koordinasi dengan pihak legislatif terkait pelaksanaan program tahun berjalan dan penyusunan rencana kerja 2027.

”Saya minta kepada para kepala OPD agar segera menyelesaikan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta memperkuat koordinasi dengan pihak legislatif terkait program kerja tahun berjalan maupun perencanaan 2027,” tambah Irwan.

Di tengah berbagai dinamika daerah, Irwan turut meminta ASN menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berkembang. Ia mengimbau seluruh pegawai menyikapi berbagai informasi secara objektif serta menggunakan media sosial secara bijak.

”Saya berharap agar bapak ibu peserta apel untuk bijak bermedia sosial dalam menanggapi isu yang ada. Perlu diingat bahwa semua yang dilakukan pemerintah semata-mata demi kebermaslahatan seluruh masyarakat Luwu Timur,” pungkasnya.

Loading

error: Content is protected !!