KabarMakassar.com — Pemkot Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mengajukan anggaran Rp 2,5 milliar untuk menggelar pemetaan jaringan drainase kota.
Kepala Bidang Drainase, DPU Makassar, Nur Hidayat menyebut pemetaan ini bertujuan untuk memberikan data akurat mengenai kapasitas drainase kota dalam menanggung beban hujan ekstrem di kota Makassar.
Dengan itu ia berharap hujan deras yang sebelumnya melanda Makassar tidak kembali menyebabkan banjir.
"Itu kita mau identifikasi sarana dan prasarana air termasuk drainase yang ada di Makassar, kapasitas yang ada dan bagaimana kondisi ke depan agar lebih akurat" ujarnya, Selasa (16/5).
Tidak hanya itu, ia menjelaskan bahwa pemetaan ini akan menentukan kebijakan pembangunan drainase kota Makassar ke depannya. Akan ada perombakan besar-besaran sesuai dengan rencana Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto terkait revolusi drainase.
"Itu bagian dari itu (revolusi drainase) agar kegiatan kita itu lebih akurat," jelasnya.
Kemungkinan, dari data ini bisa dilakukan pelebaran drainase, hingga penambahan. Dia mengatakan beberapa wilayah timur drainasenya rata-rata sudah tua dan butuh peningkatan. Adapula kawasan perumahan yang belum permanen drainasenya akan ditingkatkan.
Selain itu, pemetaan ini juga bisa memberikan lokasi titik tinggi potensi banjir. Ini akan sangat membantu dalam penanganan, khususnya mencegah dini bencana banjir melanda masyarakat.
"Termasuk itu, kita akan hitung, akan dilakukan perhitungan kapasitas, berapa idealnya," bebernya.
Sebelumnya, kata dia, pemetaan semacam ini sudah pernah dilakukan oleh DPU Makassar, hanya saja data tersebut sudah tak lagi relevan dengan kondisi dan masifnya pembangunan di dalam kota.
Sementara, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan revolusi drainase ini merupakan bagian dari rencana pembenahan untuk menampung kapasitas air hujan yang masif.
"Jadi saya kira memang harus kita revisi kita punya drainase. Kita akan rencanakan revolusi drainase" ujar Danny.
Ia berharap, banjir yang sempat melanda Makassar beberapa kali ini tidak kembali terulang dengan adanya perencanaan tersebut.













