Indeks
News  

Pemkot Makassar Gandeng OJK dan BI Perluas Pembiayaan Produktif UMKM

Pemkot Makassar Gandeng OJK dan BI Perluas Pembiayaan Produktif UMKM
Rapat Koordinasi TPAKD Kota Makassar (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan.

Tujuanya, mendorong pelaksanaan pembiayaan produktif yang inklusif sebagai upaya memperluas akses keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi TPAKD Kota Makassar bertajuk ‘Koordinasi Pelaksanaan Pembiayaan Produktif yang Inklusif di Kota Makassar’ yang digelar di Hotel Melia Makassar, Jumat (10/7).

Mewakili Wali Kota Makassar, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Makassar, Drs. Zaenal Ibrahim, menegaskan bahwa pembiayaan produktif merupakan salah satu instrumen strategis dalam memperkuat daya saing UMKM sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembiayaan produktif bukan hanya menjadi kebutuhan pelaku usaha, tetapi juga merupakan salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan dalam memperoleh akses pembiayaan formal.

Karena itu, diperlukan kerja sama yang erat dari seluruh pemangku kepentingan agar ekosistem pembiayaan dapat berjalan secara inklusif.

“Oleh karena itu, keberhasilan memperluas akses pembiayaan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, lembaga jasa keuangan, dunia akademik, dan seluruh pemangku kepentingan,” jelas Zaenal.

Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi dalam memperluas akses pembiayaan formal yang mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Zainal menjelaskan, TPAKD hadir sebagai wadah koordinasi untuk menyatukan langkah seluruh pihak dalam memperkuat akses pembiayaan produktif yang inklusif.

“Melalui sinergi tersebut, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh akses terhadap pembiayaan formal sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha, memperluas kesempatan kerja, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Makassar,” harapnya.

Diketahui, Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Kantor Regional Sulawesi, Maluku, dan Papua, Mushadi Nurali, memaparkan materi bertajuk “Penguatan Sinergi Lembaga Jasa Keuangan dalam Mendorong Pembiayaan Produktif yang Inklusif”.

Selanjutnya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Bayu Martanto, menyampaikan materi mengenai “Pembiayaan Produktif sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Daerah”.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Salman Samir, memaparkan materi “Penguatan Ekosistem Pembiayaan Produktif untuk Mendorong Daya Saing UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah”.

Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan yang tergabung dalam TPAKD Kota Makassar, di antaranya perwakilan Bank Himbara, Bank Sulselbar, bank swasta nasional, Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), perusahaan pembiayaan, perusahaan penjaminan, BPR/BPRS, perangkat daerah terkait, serta unsur TPAKD Kota Makassar.

error: Content is protected !!
Exit mobile version