KabarMakassar.com — Sebuah ruas jalan di Kelurahan Pallanting, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dilaporkan mengalami ambles parah akibat abrasi sungai yang terus menggerus pondasi jalan sejak tahun lalu.
Kerusakan semakin parah setelah wilayah tersebut dilanda banjir pada awal 2025, menyebabkan badan jalan sepanjang sekitar 25 meter kini menggantung dan rawan longsor. Pantauan di lokasi menunjukkan telah terpasang papan peringatan dari dua arah sebagai tanda rawan bahaya bagi pengguna jalan.
Nurul Septiani, salah seorang warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk ke sekolah, mengaku was-was setiap kali melewatinya.
“Apalagi jalan ini akses utama kami ke pusat kabupaten, setiap hari harus lewat sini,” ujarnya.
Jalan yang rusak ini merupakan jalur utama warga menuju ibu kota Kabupaten Maros, sehingga perbaikannya dinilai sangat mendesak.
Menanggapi hal ini, Bupati Maros, Chaidir Syam, memastikan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk memperbaiki infrastruktur tersebut. Ia mengungkapkan bahwa jalan tersebut nantinya akan dibangun menjadi jembatan.
“Setelah dilakukan kajian, ternyata lokasi itu memang jalur air. Makanya, kami putuskan akan membangunnya menjadi jembatan agar lebih aman dan tahan abrasi,” jelas Chaidir.
Untuk menunjang keselamatan selama proses perbaikan, Pemkab Maros juga akan menyiapkan jalur alternatif bagi warga yang dialihkan melalui jalan di samping Kantor BPKA hingga Pesantren Al Islah.
Pemerintah daerah berharap perbaikan ini dapat segera rampung demi menjamin keamanan dan kelancaran mobilitas warga Pallanting dan sekitarnya.













