kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pelantikan Kepsek Makassar Ditarget Sebelum Ramadan, Nama Sudah Final

Pelantikan Kepsek Makassar Ditarget Sebelum Ramadan, Nama Sudah Final
Ilustrasi Kepala Sekolah, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar memastikan proses seleksi kepala sekolah telah memasuki tahap akhir.

Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, mengungkapkan bahwa seluruh nama calon kepala sekolah beserta hasil penilaiannya sudah dikantongi dan tinggal menunggu penetapan Wali Kota Kota Makassar Munafri Arifuddin.

“Seleksi sudah selesai. Penilaian dari seluruh tahapan sudah ada dan nama-namanya juga sudah kami susun,” ujar Andi Zulkifly Nanda, Selasa (06/01).

Ia menegaskan, dalam proses seleksi tersebut, panitia telah mengelompokkan peserta ke dalam empat kategori penilaian, yakni sangat direkomendasikan, direkomendasikan, dipertimbangkan, dan tidak direkomendasikan.

Penilaian ini menjadi dasar rekomendasi yang akan diajukan kepada Wali Kota Makassar.
Menurut Andi Zulkifly, dari lebih 300 peserta yang mengikuti seleksi, tidak semua akan diangkat.

“Yang tidak direkomendasikan tentu tidak akan digunakan. Untuk yang dipertimbangkan, itu sepenuhnya menjadi kewenangan Pak Wali Kota apakah akan digunakan atau tidak,” jelasnya.

Setelah mendapatkan persetujuan Wali Kota, nama-nama tersebut selanjutnya akan diinput ke dalam sistem aplikasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk dilakukan verifikasi kesesuaian regulasi. Dari proses itu, BKN akan mengeluarkan rekomendasi resmi sebelum pelantikan dilakukan.

“Setelah rekomendasi BKN keluar, barulah Pak Wali Kota menetapkan melalui SK dan melakukan pelantikan,” tambahnya.

Pemkot Makassar menargetkan pelantikan kepala sekolah dapat dilakukan secepatnya di awal tahun agar program pendidikan berjalan optimal.

“Kami berharap ini bisa rampung Januari atau Februari, sehingga kalau memungkinkan pelantikan dilakukan sebelum Ramadan,” kata Andi Zulkifly.

Ia juga menyinggung maraknya polemik dan isu viral yang melibatkan kepala sekolah belakangan ini. Menurutnya, penyelesaian seleksi dan pelantikan diharapkan dapat mengakhiri berbagai kegaduhan tersebut dan menata kembali manajemen pendidikan di Kota Makassar.

“Kita tidak ingin ini jadi pembicaraan dimana-mana lagi, karena seleksi ini sudah dilakukan sesuai dengan kebijakan yang ada. Kepala sekolah inikan sebenarnya bukan jabatan ini adalah guru yang diberikan tugas lebih jadi harus disikapi dengan bijak,” pungkasnya.

error: Content is protected !!