KabarMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan hingga kini masih mencari lokasi pengganti sementara usai gedung utama dewan di Jalan Andi Pangeran Pettarani ludes terbakar dalam demonstrasi pada Jumat (29/08) malam.
Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, menyampaikan pihaknya masih melakukan koordinasi intens dengan Pemerintah Provinsi Sulsel terkait aset mana yang bisa difungsikan. Untuk saat ini, aktivitas kedewanan masih menggunakan kantor lama di Jalan Urip Sumoharjo sembari dilakukan pembersihan pada ruangan-ruangan yang bisa dipakai.
“Kami masih berkoordinasi dengan Pak Gubernur Andi Sudirman Sulaiman aset yang mana yang mau diberikan. Tapi saat ini kami masih menggunakan kantor DPRD Sulsel di Urip sambil membersihkan ruangan yang bisa dipakai,” kata Cicu, nama karibnya, Senin (01/09).
Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah pemanfaatan gedung Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan sebagai kantor sementara DPRD. Namun, Cicu menegaskan lokasi tersebut belum diputuskan dan masih dalam tahap kajian bersama Pemprov Sulsel.
Lebih lanjut, Cicu mengatakan, DPRD Sulsel juga menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa meski bangunan fisik dewan habis dilalap api, semangat memperjuangkan aspirasi rakyat tidak akan pernah padam.
“Gedung DPRD adalah milik rakyat. Meski bangunannya hangus terbakar, semangat kami untuk memperjuangkan aspirasi rakyat tidak akan pernah padam,” terangnya.
Cicu juga meminta seluruh masyarakat Sulsel menjaga persatuan dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang damai.
“Dan tentu soal penanganan terhadap oknum yang menimbulkan kerusakan diserahkan kepada aparat penegak hukum,” pungkasnya.
Terpisah, Sekretaris DPRD Sulsel, Muh Jabir, menuturkan pihak sekretariat siap mengikuti keputusan pemerintah provinsi mengenai penentuan kantor sementara.
“Mau di daerah selatan atau utara, kami mengikut saja. Karena tugas kami melayani 84 anggota dewan dalam menjalankan fungsi representasi rakyat,” ujarnya.
Adapun nilai kerugian pasca kebakaran gedung DPRD Sulsel masih sementara dihitung oleh Badan Penanggulangan Aset Daerah Sulsel.
“Kami belum bisa menyampaikan nilai kerugian yang dialami DPRD Sulsel, karena masih sementara berlangsung perhitungan oleh pihak Pemprov, nanti kita sampaikan setelah ada hasil,” tutupnya.
