KabarMakassar.com — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar menyampaikan, jika saat ini pertumbuhan konsumsi masyarakat Republik Indonesia (RI) masih terbatas.
Akan tetapi, ia mengatakan bahwa permodalan perbankan tetap kokoh dan stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga.
“Stabilitas sektor jasa keuangan nasional sampai dengan posisi September 2025 masih terjaga stabil,” ucapnya, dikutip Jumat (21/11).
“Walau perekonomian global yang mempengaruhi perlambatan pertumbuhan kredit tetap harus diperhitungkan,” tambahnya.
Lebih lanjut disampaikan, jika kondisi global tengah berada dalam posisi yang penuh tantangan.
“Sehingga, di satu sisi ada kondisi global yang masih penuh tantangan, dan di lain sisi pertumbuhan kembali atau rebound dari konsumsi masyarakat domestik terlihat masih terbatas,” terangnya.
Meski begitu, Mahendra optimis akan perbaikan pertumbuhan konsumsi. Hal tersebut turut didukung oleh permodalan perbankan yang kuat, ditunjukkan oleh capital adequacy ratio (CAR) yang tinggi 26,15 persen dan likuiditas melimpah dengan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 205,94 persen.
Sebagai informasi, total kredit secara menyeluruh tembus 8.163 triliun dan dibandingkan tahun lalu tumbuh 7,7 persen secara tahunan (yoy) yang merupakan peningkatan dibandingkan pertumbuhan tahunan Agustus 2025 di angka 7,56 persen.
Sementara itu, untuk risiko kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross dan net masing-masing 2,24 persen dan 0,86 persen. Bagi DPK tercatat secara menyeluruh 9.694 triliun tumbuh 11,16 persen yoy, meningkat dibandingkan pada bulan Agustus sebesar 8,49 persen.














