KabarMakassar.com — Lonjakan arus balik Lebaran 2026 mulai mencapai titik krusial.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, dalam sehari, jumlah pergerakan penumpang angkutan umum tembus 1,4 juta orang, menandai peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan memicu kewaspadaan tinggi di seluruh simpul transportasi nasional.
Data Posko Angkutan Lebaran pada H+2 mencatat total 1.448.306 penumpang bergerak, naik 12,37 persen dari periode yang sama tahun lalu. Angka ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota usai merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa lonjakan ini harus diantisipasi dengan kesiapan maksimal, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
“Saya mengimbau masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dengan baik, menjaga kondisi tubuh, dan tidak memaksakan diri. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar Dudy, Rabu (25/03).
Secara rinci, moda perkeretaapian menjadi penyumbang terbesar dengan 505.297 penumpang, disusul penyeberangan 315.277 penumpang yang juga mencatat lonjakan tertinggi hampir 20 persen. Sementara itu, transportasi udara melayani 277.937 penumpang atau naik 17,93 persen dibanding tahun lalu.
Moda darat turut mengalami kenaikan signifikan dengan total 242.875 penumpang, sedangkan moda laut menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan sebesar 2,79 persen dengan total 106.920 penumpang.
Menurut Dudy, tingginya pergerakan ini harus diimbangi dengan disiplin pengguna transportasi dalam mengikuti aturan dan arahan petugas di lapangan.
“Tingginya mobilitas harus disikapi dengan bijak. Pilih waktu perjalanan yang tepat dan pastikan kondisi kendaraan maupun fisik dalam keadaan prima. Keselamatan jauh lebih penting daripada cepat sampai,” tegasnya.
Kementerian Perhubungan bersama sejumlah pemangku kepentingan terus melakukan pengaturan lalu lintas dan optimalisasi layanan di berbagai titik, mulai dari jalan tol, terminal, stasiun, pelabuhan hingga bandara.
Masyarakat juga diminta aktif memantau informasi perjalanan resmi, datang lebih awal, serta memanfaatkan fasilitas istirahat jika kelelahan, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi.
“Arus balik yang aman dan lancar membutuhkan peran semua pihak. Patuhi aturan dan utamakan keselamatan agar seluruh perjalanan berjalan nyaman hingga tiba di tujuan,” tukasnya.














