kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Membangun Kemerdekaan Sejati, Meneladani Rasulullah di Tengah Tantangan Bangsa

Membangun Kemerdekaan Sejati, Meneladani Rasulullah di Tengah Tantangan Bangsa
sebanyak 60 tokoh agama dari Kabupaten Jeneponto dan Takalar saat berkumpul

​KabarMakassar.com — Di tengah hiruk-pikuk dan berbagai tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, sebanyak 60 tokoh agama dari Kabupaten Jeneponto dan Takalar berkumpul untuk merenungi makna kemerdekaan sejati.

Acara yang digagas oleh Majelis Fikrul Mustanir (MFN) di Pondok Tahfizd Al Mu’tashimbillah Pammanjengan, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto ini mengangkat tema relevan, yaitu “Meneladani Rasulullah SAW dalam Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki.”

​Para tokoh agama dan mubaligh yang hadir membahas bagaimana Islam bisa menjadi solusi atas persoalan bangsa.

Bagi narasumber utama, Ustadz Khairuddin pada pertemuan ini menegaskan bahwa kemerdekaan hakiki bukanlah sekadar bebas dari penjajahan fisik, melainkan kemerdekaan jiwa yang tunduk dan patuh secara total hanya kepada Allah SWT.

Menurutnya, umat Islam harus meneladani Rasulullah SAW, tidak hanya dalam peran sehari-hari seperti kepala rumah tangga, tetapi juga dalam kepemimpinan yang menerapkan Islam kaffah (Islam secara menyeluruh) demi kemaslahatan umat.

​Senada dengan Ustadz Khairuddin, Ir. Hafidz Thoha menyoroti kriteria pemimpin ideal yang seharusnya beriman dan bertakwa. “Hanya pemimpin yang beriman dan bertakwa yang memiliki empati mendalam terhadap umat,” ujarnya. Minggu (31/8).

Ia juga sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para ulama dan ustadz, untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh upaya-upaya adu domba yang sering kali terjadi.

“Umat Islam jangan mau diadu domba oleh musuh-musuh Islam,” tegasnya.

​Kegiatan ini ditutup dengan pesan kuat dari Ustadz Abdul Rahman Akmal. Ia menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan umat, khususnya di kalangan tokoh agama dan mubaligh.

Ustadz Abdul Rahman mengajak semua pihak untuk terus berdakwah dan membimbing masyarakat agar dapat mewujudkan cita-cita bersama, yaitu Islam rahmatan lil ‘alamin (Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam).

​Pertemuan ini menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika politik dan sosial, fondasi kebangsaan yang kuat terletak pada nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan persatuan. Dengan meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW, diharapkan umat Islam dapat berperan aktif dalam menciptakan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

error: Content is protected !!