KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan persiapan jelang kedatangan tim konsultan internasional Ramboll pada akhir Oktober 2025.
Kunjungan ini akan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus merancang rencana keberlanjutan proyek Makassar Livable City Plan (MLCP) Toolbox yang didanai oleh Asian Development Bank (ADB) melalui program ASEAN Australia Smart Cities Trust Fund (AASCTF).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memimpin langsung rapat koordinasi bersama sejumlah kepala dinas teknis dan perwakilan konsultan lokal Ramboll di Balai Kota, Senin (13/10).
Appi menekankan pentingnya kesiapan seluruh perangkat daerah yang terlibat agar pelaksanaan evaluasi dapat berjalan efektif.
“Yang penting, semua disiapkan rapi sebelum tim Ramboll datang,” tegas Appi.
Ia meminta setiap SKPD untuk menelaah secara menyeluruh fungsi dan penerapan MLCP Toolbox yang telah diimplementasikan sejak beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, sinkronisasi lintas dinas menjadi hal krusial agar kerja sama ini benar-benar relevan dengan arah pembangunan Makassar sebagai kota layak huni.
Appi juga menegaskan bahwa hasil evaluasi nanti tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus dimanfaatkan untuk mengukur sejauh mana proyek tersebut memberi nilai tambah bagi tata kelola kota.
Ia berharap, keberlanjutan kerja sama dengan ADB dan Ramboll dapat mengakselerasi berbagai program prioritas Pemkot Makassar di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham.
“Kalau kerja sama ini dilanjutkan, tentu kita ingin ada hal-hal yang memudahkan kita menangkap dan memperkuat prioritas pembangunan Makassar sebagai kota layak huni,” tambah Appi.
Sementara itu, tenaga ahli lokal Ramboll, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa kunjungan tim internasional ke Makassar yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Oktober 2025 merupakan bagian dari tahapan close project MLCP Toolbox yang telah berjalan sejak 2021.
Menurutnya, agenda kunjungan tersebut meliputi workshop bersama enam dinas terkait, kunjungan lapangan, serta wawancara dengan Wali Kota Makassar untuk menilai sejauh mana penerapan MLCP Toolbox memberikan manfaat konkret bagi Pemkot.
“Tujuan utama kunjungan ini adalah memastikan apakah proyek yang sudah dijalankan memberi manfaat nyata atau tidak, sekaligus menyusun Sustainment Plan atau rencana keberlanjutan. Karena itu, dinas terkait perlu menyiapkan data dan masukan yang komprehensif,” jelas Yuni.
Selama empat hari di Makassar, tim Ramboll juga akan melakukan evaluasi mendalam terhadap kekuatan dan kelemahan implementasi MLCP Toolbox, serta menyusun rekomendasi perbaikan untuk memperkuat keberlanjutan proyek.
Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Makassar dalam menentukan arah kolaborasi selanjutnya dengan ADB dan Ramboll.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu kota percontohan di Asia Tenggara dalam penerapan konsep livable city kota yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
