KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar mulai merancang sistem baru pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang setelah antrean panjang truk sampah memicu kemacetan parah, terutama pasca arus mudik.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menyebut persoalan kepadatan armada menjadi masalah utama yang harus segera diurai agar distribusi sampah tidak terus tersendat.
“Antrean mobil sampah ini jadi perhatian serius. Kami sudah turunkan alat berat dan akan ditambah untuk membantu mengurai kemacetan,” ujarnya, Jumat (27/03).
Ia menegaskan, pembenahan tidak hanya bersifat sementara, tetapi diarahkan pada perubahan sistem secara menyeluruh, termasuk pengaturan akses keluar masuk armada dan proses bongkar muat di kawasan TPA Antang, Kecamatan Manggala.
“Kami sudah rapat dengan dinas teknis untuk memastikan penanganan ini berjalan berkelanjutan, bukan solusi jangka pendek,” tegasnya.
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan dalam perumusan solusi, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, DPMPTSP, Dinas PU hingga Dinas Penataan Ruang. Fokusnya, menciptakan sistem distribusi sampah yang lebih tertib, efisien, dan terintegrasi.
Selain pembenahan sistem, Pemkot Makassar juga menyiapkan penataan kawasan pendukung. Salah satunya melalui program pedestrian senilai Rp12,65 miliar yang mencakup dua ruas jalan dan masih dalam tahap persiapan tender.
Menurut Appi, langkah ini penting untuk meningkatkan keselamatan sekaligus menata kawasan yang selama ini padat aktivitas kendaraan berat.
Lebih jauh, ia menekankan TPA Antang tidak boleh lagi diposisikan sekadar sebagai tempat pembuangan akhir, melainkan harus bertransformasi menjadi kawasan pengelolaan sampah modern.
“Kita tidak ingin TPA hanya jadi tempat buang. Harus ada penataan, pengaturan akses, hingga pengelolaan timbunan yang lebih baik,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah perbaikan awal sudah menunjukkan progres, termasuk dalam pengelolaan sampah pendamping yang mulai lebih tertata.
Ke depan, Pemkot Makassar juga membuka peluang pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi seperti PLTSa atau PSEL, meski saat ini masih dalam tahap komunikasi dan kajian bersama pemerintah pusat.
“Semua masih berproses dan harus melalui kajian matang. Yang jelas, kita ingin sistem pengelolaan sampah di Makassar jauh lebih optimal,” tukasnya.















