Indeks
News  

Mahasiswa IPMIL Raya Unjuk Rasa Tuntut Transparansi Ekspor Impor

KabarMakassar.com — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) Raya menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Perintis Kemerdekaan 9, Rabu (30/3).

Aksi unjuk rasa yang dilakukan merespon kelangkaan minyak goreng dan kesediaan BBM Solar yang dinilai langka serta kenaikan harga sejumlah bahan pokok.

Dalam aksi itu, massa membakar sejumlah ban dan menaiki truk yang diberhentikan paksa sambil menyampaikan orasi tuntutan mereka.

Salah satu massa aksi, Riswan menyebut aksi unjuk rasa yang dilakukan menuntut transparansi pemerintah terkait data ekspor impor minyak goreng dan serius dalam menanggapi oknum-oknum yang menimbun minyak.

Menurutnya pemerintah selama ini tidak serius dalam menangani hal tersebut sehingga pihaknya meminta dalam hal ini menteri perdagangan dicopot dari jabatannya karena dianggap tidak becus dalam menjaga kestabilan dan ketersediaan bahan pokok.

"Kami menuntut transparansi pemerintah terkait data ekspor impor dan oknum-oknum yang menimbun minyak goreng agar segera ditangkap serta mencopot menteri perdagangan yang tidak becus," ungkapnya.

Sementara itu, Jenderal Lapangan Aksi, Faisal menyebut pihaknya bakal melakukan aksi lanjutan apabila aksi dan tuntutan mereka tidak ditanggapi serius oleh pemerintah.

Ia menjelaskan, selama ini pemerintah tidak transparan dalam memberikan data ekspor impor minyak goreng sehingga terjadi kelangkaan dimana kemungkinan jumlah ekspor lebih tinggi dibandingkan jumlah ketersediaan di dalam negeri.

"Selama ini pemerintah tidak transparan, data ekspor impor tidak disampaikan dengan jelas sehingga bisa jadi jumlah ekspor lebih besar dibandingkan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri," jelasnya.

Pihaknya pun berharap aksi yang dilakukan dapat ditanggapi oleh pemerintah dan sejumlah masalah seperti kelangkaan BBM dan minyak segera ditangani serius oleh pemerintah.

"Pemerintah harus menangani serius permasalahan yang ada saat ini," bebernya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version