KabarMakassar.com — Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I Tahun 2025 yang dirilis Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri menunjukkan jumlah laki-laki yang belum menikah di Indonesia mencapai 130.990.917 jiwa.
Angka ini jauh lebih besar dibanding perempuan yang mendominasi kategori kawin dengan jumlah 136.737.034 jiwa.
Perbedaan signifikan dalam status perkawinan ini menunjukkan adanya kecenderungan demografis bahwa lebih banyak laki-laki berada dalam kategori belum kawin.
Dari sisi perceraian, jumlah cerai mati tercatat lebih tinggi dibanding cerai hidup. Pasangan menikah yang mengalami cerai mati mencapai 13.581.796 jiwa, sementara yang mengalami cerai hidup sebanyak 5.383.946 jiwa.
Secara keseluruhan, jumlah penduduk Indonesia per 30 Juni 2025 tercatat sebanyak 286.693.693 jiwa. Dari total itu, sebanyak 199.284.782 jiwa atau 69,51 persen berada pada kelompok usia produktif 15–64 tahun, disusul usia muda 0–14 tahun sebanyak 64.339.503 jiwa (22,44 persen), serta usia tua di atas 65 tahun sebanyak 23.069.408 jiwa (8,05 persen).
“Sebanyak 69,51 persen penduduk usia produktif ini modal yang sangat besar menuju Indonesia Emas 2045, dan kita berharap bisa menopang laju pertumbuhan Indonesia menjadi negara besar No. 3 atau 4 di dunia,” kata Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, dalam keterangan persnya, Kamis (11/09/2025).
Selain status perkawinan dan perceraian, data DKB juga mencatat keragaman agama penduduk Indonesia.
Mayoritas beragama Islam dengan 249.818.873 jiwa (87,13 persen), diikuti Kristen 21.123.790 jiwa (7,36 persen), Katolik 8.801.228 jiwa (3,07 persen), Hindu 4.770.486 jiwa (1,66 persen), Buddha 2.002.402 jiwa (0,70 persen), Kepercayaan 98.894 jiwa (0,034 persen), dan Khonghucu 78.020 jiwa (0,03 persen).













