KabarMakassar.com — Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Kuliah Umum bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni yang berlangsung di Auditorium Prof. Dr. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Unhas, pada Rabu (14/05).
Kegiatan kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendorong tata kelola hutan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi akademik terhadap pelestarian
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa memaparkan komitmen Unhas dalam mendukung program pelestarian lingkungan.
Selain kebijakan hijau yang diterapkan dalam lingkungan kampus, Unhas juga memiliki hutan pendidikan yang dikelola oleh Fakultas Kehutanan.
“Salah satu kekayaan ekologis yang menjadi bagian dari kota Makassar adalah keberadaan hutan pendidikan Universitas Hasanuddin. Ini bukan hanya simbolik, tetapi menjadi bukti nyata bahwa kami berkomitmen terhadap riset ilmiah dan pendidikan untuk pelestarian hutan dan pembangunan berkelanjutan,” kata Prof. JJ
Rektor juga menekankan pentingnya peran sivitas akademika dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam bidang keanekaragaman hayati dan ekonomi berbasis hutan.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni dalam kuliah umumnya menyampaikan apresiasi atas kontribusi Unhas dalam mencetak sumber daya manusia yang peduli lingkungan.
Ia juga menyebut kuliah umum ini sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi gagasan antara pemerintah dan dunia akademik.
“Unhas merupakan kampus bersejarah yang telah melahirkan banyak tokoh nasional. Khususnya Fakultas Kehutanan, yang saat ini memiliki peringkat ketiga terbaik nasional versi Scimago Institutions Rankings,” ujar Raja Juli.
Raja Juli Antoni menekankan dua hal penting dalam pengelolaan kehutanan di Indonesia.
Pertama, perlunya tata kelola kehutanan yang transparan, adaptif, dan berbasis perubahan kebijakan yang dinamis.
Kedua, pentingnya peran institusi pendidikan dalam membangun kesadaran sosial dan kultural untuk menjaga kelestarian hutan.
“Hutan bukanlah warisan dari leluhur, tetapi titipan bagi generasi yang akan datang. Maka sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaganya,” jelasnya















