kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

KPU Makassar Ajak Siswa Lawan Apatisme Politik Lewat Program KPU Mengajar

KPU Makassar Ajak Siswa Lawan Apatisme Politik Lewat Program KPU Mengajar
Suasana KPU Makassar Mengajar (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Komisi Pemilihan Umum KPU Makassar mengawali agenda edukasi demokrasi tahun 2026 dengan menyasar pemilih pemula melalui program KPU Mengajar di SMA Negeri 2 Makassar, Selasa (13/01).

Program ini menjadi bagian dari upaya KPU Makassar membangun kesadaran politik generasi muda sekaligus melawan sikap apatis terhadap demokrasi dan pemilu. Kegiatan dibuka oleh Kepala SMAN 2 Makassar yang mengapresiasi kehadiran KPU dan berharap siswa mampu menjadi pemilih yang kritis dan bertanggung jawab.

Materi utama disampaikan Anggota KPU Kota Makassar Muh. Abdi Goncing, didampingi Anggota KPU lainnya, Sri Wahyuningsih. Kehadiran jajaran komisioner disebut sebagai bentuk komitmen KPU dalam memberikan edukasi politik secara langsung ke lingkungan sekolah.

“Program KPU Mengajar ini bukan sekadar sosialisasi formal. Ini ruang diskusi agar adik-adik memahami bahwa demokrasi memberi ruang bagi anak muda menentukan arah masa depan,” ujar Abdi Goncing.

Ia menegaskan, partisipasi pemilih muda memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi. “Satu suara kalian sangat berharga bagi integritas demokrasi kita. Jangan apatis terhadap proses pemilu,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelompok. Para pelajar dibagi ke beberapa kelompok untuk membahas isu-isu seputar demokrasi, pemilu, dan peran generasi muda.

Hasil diskusi kemudian dipresentasikan di hadapan forum, memunculkan berbagai pandangan kritis dari siswa.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, yang dinilai berbeda dari sosialisasi konvensional karena memberi ruang dialog dua arah antara penyelenggara pemilu dan pelajar.
KPU Kota Makassar berharap program KPU Mengajar di SMAN 2 Makassar dapat menjadi pemicu bagi sekolah lain untuk aktif terlibat dalam pendidikan politik sejak dini.

“Harapannya, para siswa bisa menjadi agen perubahan yang cerdas, berintegritas, dan ikut mengawal masa depan demokrasi Indonesia,” pungkas Abdi.

error: Content is protected !!