KabarMakassar.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar kembali merilis hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk Triwulan III Tahun 2025.
Dalam rapat pleno terbuka yang digelar, jumlah pemilih ditetapkan sebanyak 1.070.078 jiwa, terdiri atas 518.222 laki-laki dan 551.856 perempuan.
Komisioner KPU Kota Makassar, Muh. Abdi Goncing, menjelaskan bahwa angka ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan dengan periode sebelumnya.
“Pada triwulan kedua jumlah pemilih tercatat 1.035.294, terdiri dari 500.591 laki-laki dan 534.703 perempuan. Artinya ada kenaikan sekitar 34.784 pemilih,” ungkapnya usai mengikuti rapat di Aula Kantor KPU Makassar Kamis (02/10),
Menurut Abdi, kenaikan jumlah pemilih tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah masuknya 53.741 pemilih baru yang terdata dalam sistem. Di sisi lain, terdapat pula 18.957 pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat karena berbagai sebab, mulai dari pindah domisili, meninggal dunia, hingga perubahan status lainnya.
“Pemutakhiran ini berjalan terus-menerus. Ada yang pindah masuk, pindah keluar, dan pindah di dalam. Semua itu terakomodasi dalam PDPB agar data yang kita miliki benar-benar mutakhir,” jelas Abdi.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa proses PDPB tidak hanya sekadar agenda administratif, melainkan juga bagian dari persiapan panjang menuju Pemilu 2029.
“Tujuannya jelas, agar data yang ada dan disajikan nantinya di Pemilu 2029 lebih akurat, mutakhir, dan akuntabel. Ini menjadi modal awal untuk memastikan hak pilih warga terjamin,” tegasnya.
KPU Kota Makassar, kata Abdi, terus membuka ruang transparansi bagi publik. Data hasil pleno dapat dipantau secara terbuka, dan masyarakat yang ingin mengajukan pertanyaan atau klarifikasi dipersilakan untuk menghubungi langsung pihak KPU.
Dengan capaian 1,07 juta pemilih pada triwulan ketiga ini, KPU menilai bahwa proses PDPB berhasil memotret dinamika demografi Makassar secara lebih detail.
“Setiap angka yang tercatat adalah representasi hak pilih warga. Kami ingin memastikan tidak ada yang tercecer,” pungkas Abdi.













