KabarMakassar.com — Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kota Makassar menggalang donasi bagi warga yang menjadi korban kebakaran di tiga lokasi di Kota Makassar.
Dana yang dihimpun dari anggota Korpri dan pegawai Pemkot Makassar tersebut disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan dasar warga di lokasi pengungsian.
Sekretaris Korpri Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, mengatakan bantuan tersebut dihimpun dari para anggota Korpri dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Donasi yang terkumpul kemudian dibelanjakan berdasarkan kebutuhan warga di lokasi pengungsian.
“Kami meminta kesediaan teman-teman semua anggota Korpri untuk berpartisipasi meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran, khususnya di Tallo,” kata Kamelia, Rabu (12/08).
Menurut Kamelia, bantuan pertama telah disalurkan pada Jumat. Saat itu, dana yang terkumpul sekitar Rp20 juta dan digunakan untuk membeli sejumlah kebutuhan yang dinilai belum banyak tersedia di lokasi pengungsian.
Pihak Korpri terlebih dahulu berkoordinasi dengan camat setempat untuk mengetahui kebutuhan warga. Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bantuan berupa makanan sudah cukup banyak karena telah disalurkan oleh BPBD, Dinas Sosial, maupun organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
“Karena makanan sudah banyak, dapur umum juga ada, mi instan juga banyak. Jadi kami melihat kebutuhan yang mungkin belum terpenuhi, seperti pakaian dalam dan sandal. Kami juga menyiapkan susu UHT untuk anak-anak agar kebutuhan gizinya tetap diperhatikan,” ujarnya.
Korpri Makassar juga menyalurkan 100 dus susu UHT bagi anak-anak terdampak kebakaran. Selain itu, bantuan berupa terpal, pakaian dalam, sandal, sabun mandi, sampo, serta kebutuhan pribadi lainnya turut disiapkan.
Kamelia menyebutkan, berdasarkan pendataan di lokasi, kebakaran tersebut berdampak terhadap sekitar 88 kepala keluarga yang menempati 60 rumah.
Setelah penyaluran bantuan pertama, donasi dari pegawai terus mengalir. Hingga Senin, dana yang terkumpul disebut telah mencapai sekitar Rp70 juta.
“Donasi terus masuk. Ada yang menyumbang Rp50 ribu, ada yang lebih. Nilainya memang tidak besar, tetapi karena jumlah pegawai cukup banyak, akhirnya terkumpul lumayan besar,” katanya.
Kamelia menegaskan, dana donasi tidak langsung dihabiskan sekaligus. Korpri membeli bantuan secara bertahap berdasarkan kebutuhan warga yang diperoleh dari hasil pemantauan di lapangan.
Ia juga meminta organisasi perangkat daerah untuk bergantian turun langsung melihat kondisi warga terdampak agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan.
“Saya mengajak teman-teman dari OPD lain untuk bergantian turun dan melihat langsung. Karena berbeda ketika kita hanya memberikan bantuan tanpa melihat kondisi mereka. Kalau kita datang langsung, kita bisa melihat bahwa ternyata kebutuhan mereka memang banyak,” tuturnya.
Selain membantu korban kebakaran di Tallo, Korpri juga berencana menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak lainnya, termasuk di kawasan Toddopuli.
Menurut Kamelia, kebutuhan warga tidak hanya berupa makanan. Barang-barang seperti pakaian, alas kaki, perlengkapan mandi, hingga sepatu sekolah bagi anak-anak juga menjadi perhatian.
“Kalau makanan, dari BPBD dan Dinas Sosial sudah ada. Tetapi kebutuhan seperti pakaian dalam, sandal, sabun, sampo, dan sepatu sekolah biasanya lebih sulit terpenuhi. Semua itu penting karena hampir seluruh barang mereka habis terbakar,” jelasnya.
Korpri juga berupaya memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban kebakaran. Bantuan seragam sekolah sebelumnya telah diberikan, sehingga kebutuhan yang masih dicari antara lain sepatu sekolah.
Kamelia memastikan seluruh penggunaan dana donasi akan dipertanggungjawabkan secara terbuka setelah seluruh rangkaian bantuan selesai disalurkan.
“Setelah semuanya selesai dan seluruh belanja terekap, kami akan membuat laporan dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana donasi,” tukasnya.
![]()













