KabarMakassar.com — Komisi IX DPR RI menyoroti pelaksanaan transformasi sistem kesehatan di Sulawesi Selatan, termasuk kualitas layanan Universal Health Coverage (UHC) dan percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC).
Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja reses Komisi IX ke Makassar, Jumat (20/2/2026). Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari.
Sulawesi Selatan tercatat telah mencapai UHC 100 persen di seluruh kabupaten/kota, dengan tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di atas 95 persen.
Namun Komisi IX menegaskan capaian tersebut harus diiringi dengan peningkatan akses dan mutu pelayanan.
“Kami hadir untuk memastikan transformasi sistem kesehatan nasional berjalan efektif dan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Komisi IX menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan sebagaimana diatur dalam tata tertib DPR RI,” ujarnya.
Putih Sari juga meminta laporan terkait kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI), khususnya kelompok rentan yang sempat dinonaktifkan serta progres reaktivasi di daerah.
Selain itu, Komisi IX mengawal implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, termasuk program pemeriksaan kesehatan gratis, penguatan layanan keluarga berencana, penanganan TBC, dan revitalisasi rumah sakit.
Program pemeriksaan kesehatan gratis yang diluncurkan 10 Februari 2025 saat ini berjalan di 24 Puskesmas dengan layanan skrining kardiovaskular, kanker, kesehatan jiwa, hingga pemeriksaan paru.
Sebanyak 474 Puskesmas di Sulsel juga telah melakukan pencatatan dan pelaporan logistik melalui sistem digital.
Dalam upaya eliminasi TBC, Pemprov Sulsel telah menerbitkan regulasi tingkat provinsi dan membentuk forum multisektor.
Sebanyak 11 kabupaten/kota memiliki regulasi khusus TBC dan 14 daerah telah menyusun Rencana Aksi Daerah dengan dukungan anggaran APBD.
Percepatan penanganan dilakukan melalui penemuan kasus aktif menggunakan portable X-Ray, skrining di sekolah, lapas, dan pesantren, investigasi kontak berbasis data, hingga terapi pencegahan TBC.
Inovasi digital PADEPOK (Tangan Pertama Tuberkulosis) juga diperkenalkan sebagai metode skrining mandiri berbasis daring.
Komisi IX menegaskan pengawasan akan terus dilakukan agar transformasi sistem kesehatan tidak berhenti pada capaian administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.













