KabarMakassar.com — Seorang Purnawirawan satuan elite TNI Angkatan Darat (AD), Komando Pasukan Khusus (Kopassus) hidup terlantar di sebuah gubuk tua di Dusun Kunjungmange, Desa Kaluku, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Sulsel.
Parahnya lagi, gubuk tua yang ditempati berteduh oleh Purnawirawan Serma Mustari Baso ini bukan tempatnya melainkan milik kerabatnya.
Bahkan mirisnya lagi, Mustari harus hidup sebatang kara di kamar 2 x 2 tanpa sekat setelah ditinggalkan istri dan anaknya.
Diketahui, Mustari merupakan seorang pensiunan TNI kelahiran 5 Februari 1943.
Ia bahkan pernah bertugas dalam operasi militer di Timur-timur hingga operasi pembebasan Irian Barat dibawah pimpinan Jenderal Prabowo Subianto.
Mustari mengaku jika dirinya juga pernah dipimpin Mantan Presiden Suharto di Kesatuan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang merupakan cikal bakal satuan Kopassus.
Setelah menyelesaikan karirnya di Kopassus, ia kemudian berdinas di Kodim 1411 Bulukumba dan pensiun pada 25 Februari 1992.
Sebelum menetap di Jeneponto, Mustari sempat terlantar di Kabupaten Bantaeng hingga akhirnya ditemukan tertidur di bawah kolong jembatan.
Ia juga sempat bertahan hidup selama sepekan di terminal Malengkeri, Kota Makassar.
Menurut penuturan salah satu keluarga yang menampungnya, Mustari kala itu hanya hidup dengan sisa uang pensiun yang sangat kecil, Rp400 ribu.
Sebelumnya, dana pensiun sebesar Rp100 juta bahkan disebut pernah diambil anaknya tanpa sepengetahuannya.
“Beruntung beliau masih ada keluarga yang peduli, karena kalau tidak, mungkin beliau sudah hidup di jalanan,” ucap Pelda Alimuddin, Senin, (04/08).
Meski hidup dalam kesederhanaan, Mustari kini tak lagi merasa sendirian karena sudah mendapatkan perhatian penuh dari kerabatnya.
