KabarMakassar.com — Upaya Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, dalam mengatasi krisis air bersih di wilayah utara kota mulai menunjukkan hasil.
Selain menambah pasokan debit air baku, PDAM juga menyiapkan perluasan jaringan serta sambungan pipa bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan air bersih.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, agar persoalan distribusi air bersih segera ditangani.
“Selama ini apa yang disampaikan dan diperintahkan Pak Wali Kota kepada kami selaku Plt direksi, kami tindak lanjuti. Terbukti kami kerjakan kebutuhan air bersih,” ujarnya.
Menurutnya, PDAM mulai melakukan uji coba pengoperasian pompa intake yang mengambil air baku dari Waduk Nipah-Nipah melalui jalur Manggala pada Selasa (30/6).
Pengoperasian pompa ini diproyeksikan mampu menambah debit air sekitar 300 kubik per detik sehingga distribusi ke wilayah utara Kota Makassar dapat meningkat secara signifikan.
“Hari ini kami melakukan uji coba pengoperasian pompa intake. Mudah-mudahan dapat menambah debit air untuk wilayah utara, termasuk Kerung-Kerung dan sekitarnya,” ujar Andi Syahrum.
Dia menjelaskan, selama ini salah satu penyebab berkurangnya pasokan air ke wilayah utara adalah tidak beroperasinya salah satu pompa sejak sekitar Oktober tahun 2025 lalu.
Kondisi tersebut menyebabkan debit air menuju kawasan utara terus menurun, terlebih saat memasuki musim kemarau.
“Inilah yang kami temukan. Seharusnya pompa itu tetap berjalan sambil menunggu pompa yang baru,” tuturnya.
“Karena berdasarkan informasi, sejak Oktober 2025 pompa tersebut tidak lagi beroperasi. Ini yang mengganggu pasokan air ke wilayah utara dan Kerung-Kerung,” sambung dia.
Selain mengoperasikan pompa baru, PDAM juga masih melakukan pengerukan saluran air baku dari kawasan Manggala menuju Waduk Nipah-Nipah sebagai bagian dari upaya memperlancar aliran dan meningkatkan kualitas distribusi air.
Di sisi lain, selama proses perbaikan jaringan distribusi utama dan gangguan operasional akibat kerusakan pipa maupun dampak pemadaman listrik, PDAM tetap menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki secara bergilir ke wilayah-wilayah terdampak.
“Selama ini kami juga, mengantisipasi dengan mengantarkan air menggunakan mobil tangki kepada pelanggan yang belum mendapatkan suplai,” jelasnya.
“Namun tentu sifatnya masih terbatas. Harapan kami, dengan beroperasinya pompa ini, distribusi air kembali normal dan keluhan pelanggan dapat berkurang,” tambah Syahrum.
Ia menegaskan, peningkatan debit air akan menjadi dasar bagi PDAM untuk memperluas jaringan distribusi sekaligus melaksanakan program pemasangan sambungan rumah gratis sesuai kebijakan Pemerintah Kota Makassar.
Lanjut dia, begitu debit air bertambah dan pasokan sudah stabil, pihaknya juga akan memperluas jaringan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Termasuk program pemasangan sambungan gratis sesuai Peraturan Wali Kota. Air bakunya harus dipastikan tersedia terlebih dahulu, kemudian baru kita sambungkan ke rumah-rumah warga,” tegasnya.
Dia menambahkan, pihak PDAM menargetkan proses uji coba dan pengawalan operasional pompa berlangsung selama beberapa hari ke depan untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal tanpa kendala.
Dengan bertambahnya debit air dan perluasan jaringan pipa, PDAM Makassar berharap kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah utara kota yang selama ini kerap mengalami krisis pasokan…
“Sehingga, dapat terpenuhi secara bertahap sekaligus mendukung peningkatan layanan air minum bagi warga Makassar, di wilayah yang membutuhkan,” ungkapnya.
Dengan adanya pembenahan total dan sambungan pipa, PDAM Kota Makassar, tidak hanya mengandalkan satu langkah dalam mengatasi krisis air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat, khususnya di wilayah utara kota.
Plt Dirut PDAM menyiapkan tiga strategi utama untuk meningkatkan pasokan air sekaligus menormalkan distribusi kepada pelanggan.
Andi Syahrum Makkurade, mengatakan ketiga langkah tersebut dijalankan secara bersamaan agar persoalan kekurangan air dapat segera teratasi.
“Jadi, dalam mengantisipasi krisis air bersih di Kota Makassar ini, kami tidak hanya punya satu solusi, tetapi tiga solusi yang dijalankan secara paralel,” sebut Andi Syahrum.
Langkah pertama adalah mengoperasikan kembali pompa intake yang mengambil air baku dari Waduk Nipah-Nipah melalui jalur Manggala.
Pengoperasian pompa tersebut diproyeksikan mampu menambah debit air sekitar 300 liter per detik sehingga suplai ke wilayah utara, termasuk kawasan Kerung-Kerung, dapat meningkat.
Strategi kedua dilakukan melalui penyambungan jaringan pipa dari kawasan Macini Sombala menuju wilayah yang selama ini mengalami kekurangan pasokan.
Jalur tersebut dipilih karena memiliki debit air yang lebih besar sehingga diharapkan dapat mendorong distribusi air ke kawasan utara menjadi lebih optimal.
“Yang kedua adalah penyambungan pipa dari Macini Sombala. Di sana debit airnya cukup besar sehingga bisa membantu menambah pasokan ke wilayah utara dan Kerung-Kerung,” jelasnya.
Sementara solusi ketiga adalah pengerukan saluran air baku yang menghubungkan kawasan Manggala hingga Waduk Nipah-Nipah.
Pengerukan dilakukan untuk memperlancar aliran air menuju instalasi pengolahan sehingga kapasitas produksi air bersih dapat meningkat.
Menurut Andi Syahrum, pengerukan saluran tersebut merupakan pekerjaan yang sangat penting karena sudah puluhan tahun tidak pernah dilakukan.
“Menurut informasi warga di sekitar lokasi, saluran air baku itu terakhir dikeruk sekitar tahun 1979. Artinya, hampir 50 tahun baru kali ini dilakukan pengerukan kembali. Ini menjadi salah satu langkah penting untuk memperlancar aliran air baku,” terangnya.
Dia optimistis kombinasi tiga langkah tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan layanan PDAM, mengurangi keluhan pelanggan.
Sekaligus mempercepat pemulihan distribusi air bersih di wilayah utara Kota Makassar yang selama ini kerap mengalami krisis pasokan, terutama saat musim kemarau.
“Selain meningkatkan debit air, kami Plt Direksi PDAM juga menargetkan perluasan jaringan distribusi dan pemasangan sambungan rumah bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani, seiring membaiknya ketersediaan air baku,” tukasnya.
