KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan penambahan kolam lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, untuk mengantisipasi air lindi meluap dan mencemari permukiman warga.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengatakan kapasitas kolam lindi yang tersedia saat ini dinilai tidak lagi sebanding dengan perkembangan luas TPA Tamangapa.
Ia menyebut kolam lindi yang ada dibangun sekitar 1993, ketika luas TPA masih sekitar empat hektare. Kini, kawasan tersebut telah berkembang hingga lebih dari 12 hektare.
“Kolam lindi yang ada saat ini dibangun tahun 1993 kalau tidak salah. Itu masih pada saat TPA berukuran empat hektare. Nah, sekarang TPA sudah lebih dari 12 hektare. Artinya tidak mungkin kolam lindi menampung 12 hektare dengan kapasitas empat hektare,” kata Munafri saat meninjau TPA Tamangapa, Rabu (2/9).
Menurutnya, penambahan kolam lindi menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk menghadapi peningkatan volume air saat hujan dengan intensitas tinggi.
Munafri menargetkan sedikitnya tiga kolam lindi dibangun dan saling terhubung sehingga pengelolaan air lindi dapat dilakukan lebih optimal.
“Harus ada minimal tiga kolam lindi yang saling berhubungan,” tegasnya.
Selain menambah kapasitas kolam, Pemkot Makassar juga akan membangun dan menata sistem drainase di sekitar kawasan TPA. Drainase tersebut ditargetkan terhubung dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Langkah itu dilakukan untuk mencegah air lindi keluar dari kawasan TPA dan masuk ke wilayah permukiman warga.
“Yang utama adalah alur dari drainase lindi yang terhubung dengan IPAL untuk memastikan air lindi itu tidak mencemari atau masuk ke dalam wilayah-wilayah permukiman masyarakat. Dan ini penting,” ujar Appi.
Ia menyebut panjang drainase yang akan dibangun di kawasan TPA sekitar 700–800 meter.
Appi mengingatkan persoalan air lindi harus segera diantisipasi karena limpasan saat hujan berpotensi kembali berdampak kepada masyarakat.
“Kondisi kalau hujan, meluap lagi nanti pasti ke masyarakat lagi air lindinya. Nah, ini yang harus cepat diantisipasi dan menjadi komitmen kita,” tukasnya.













