kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina: PT Vale Gagal Membangun SDM Lokal

KABARBUGIS.ID  — Ketua Komisi D Bidang Pertambangan dan Lingkungan Hidup Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Rahman Pina, lakukan protes terhadap perusahaan tambang PT Vale yang berada di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.

Protes dilayangkan kepada pemerintah pusat untuk tidak lagi memperpanjang kontrak perusahaan tambang nikel tersebut yang bakal berakhir pada 28 Desember 2025 mendatang.

Dalam kesempatannya, pada segmen program Upi Show, politikus senior Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut membeberkan sejumlah alasan diantaranya 53 Tahun Beroperasi, PT Vale Dianggap Gagal Membangun SDM Lokal.

Diketahui PT Vale berdiri sejak tahun 1967 dan telah beroperasi selama kurang lebih 53 tahun lamanya di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.

Rahman Pina menilai selama 53 tahun PT Vale tidak dapat membangun Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Hal ini berdasarkan tidak terdapatnya SDM lokal yang menempati posisi direksi secara struktural selama perusahaan tersebut berdiri di Sulsel.

"Selama 53 tahun secara struktural belum pernah ada SDM lokal yang menempati posisi direksi, artinya apa PT Vale gagal dalam membangun SDM lokal," ungkapnya, Sabtu (18/3).

Selain itu, pada komposisi komisaris bahkan belum pernah diisi oleh SDM lokal asal Luwu Timur yang merupakan kabupaten tempat perusahaan tersebut beroperasi sehingga dianggap gagal membangun dan mempersiapkan pemimpin-pemimpin baru perusahaan tersebut.

Pengusaha Lokal dan Nasional Belum Maksimal

Rahman Pina menyebut PT Vale belum memberikan kontribusi besar terhadap Kabupaten Luwu Timur hal itu ditandai dengan masih adanya wilayah atau daerah yang belum teraliri listrik sama sekali. Padahal selama ini PT Vale berkomitmen untuk membangun Bumi Batara Guru tersebut.

Menurutnya hal ini disebabkan kurangnya pengusaha lokal atau nasional sehingga perlu dimaksimalkan.

Mengingat saat ini sudah banyak pengusaha lokal atau nasional yang berkompeten dan ahli sehingga perlu diberdayakan secara maksimal.

"Kita tahu dulu-dulu kita belum siap mengelola sumber daya kita, tapi saat ini sudah banyak pengusaha nasional atau lokal yang ahli dan berkompeten sehingga kenapa tidak kita berdayakan," pungkasnya.

Selain itu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Luwu Timur Tahun 2021 berada paling bawah sehingga kontribusi PT Vale selama 53 tahun dipertanyakan.

Rahman Pina menyebut pihaknya mewakili sebagian besar masyarakat Kabupaten Luwu Timur yang mengalami kesenjangan dengan banyaknya SDM lokal yang belum diberdayakan.

Selain itu di sekitar wilayah PT Vale masih banyak masyarakat lokal yang mengalami kemiskinan sehingga dianggap belum mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar yang menjadi wilayah tanggung jawab sosial perusahaan tambang nikel tersebut.

"Kita tahu disekitaran PT Vale itu masih banyak masyarakat tinggal dengan gubuk-gubuk dan mengalami kemiskinan sehingga kontribusi PT Vale yang selama berkomitmen ini dipertanyakan," sambungnya.

Kendati begitu Rahman Pina menjelaskan pihaknya optimis untuk mendesak pemerintah pusat untuk tidak lagi memperpanjang kontrak PT Vale dan ataupun kembali diperpanjang pihaknya berharap terdapat perubahan kepemilikan saham serta perusahaan tersebut lebih memaksimalkan pengusaha lokal dan nasional.

"Tahun 2025 ini penentu apakah dilanjutkan dengan skema yang sama sebelumnya atau dipertahankan dengan perubahan kepemilikan saham atau dilanjutkan dengan memaksimalkan dan melibatkan penguasa lokal dan nasional," jelasnya.

error: Content is protected !!