Indeks
News  

Kepsek BSM Perumus Instrumen Pemetaan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan

Kepsek BSM Perumus Instrumen Pemetaan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan
Workshop dan penyusunan instrumen kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Workshop dan penyusunan instrumen kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan yang dilaksanakan selama tiga hari mulai 20 April hingga 22 April.

kegiatan ini diikuti oleh 19 Perwakilan dari 9 Organisasi Kependidikan di Provinsi Sulawesi Selatan, dimana Muhammad Yusuf selaku Kepala Sekolah Bosowa School Makassar turut hadir dan mewakili Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Provinsi Sulawesi Indonesia AGPAII Sulsel.

Saat diwawancarai, Muhammad Yusuf mengungkapkan bahwa penyusunan Instrumen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan ini memiliki tujuan yang sangat krusial dalam berjalannya proses transfer ilmu dan belajar-mengajar di kelas karena faktor kompetensi pendidik, tenaga pendidik, dan stakeholder lain yang terlibat dalam proses pembelajaran siswa.

“Penyusunan instrumen kompetensi ini tentunya memiliki peran yang sangat penting, sebab ini berhubungan langsung dengan bagaimana sekolah memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal dan optimal kepada siswa dan dilaporkan juga kepada orang tua siswa,” ujarnya.

Kemudian, beliau juga menjelaskan bahwa penyusunan instrumen ini baru pertama kali dilaksanakan sebagai alat ukur kompetensi struktural sekolah mulai dari pengawas, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang turut berkontribusi dalam layanan pendidikan.

“Instrumen ini menjadi alat ukur bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan pendidikan, mulai dari Pengawas, Kepala Sekolah, Guru, hingga tenaga kependidikan yang mensupport berjalannya proses belajar-mengajar,,” tuturnya.

Terakhir, beliau menutup interview dengan menjelaskan bahwa tes kompetensi akan menjadi media untuk mengukur kompetensi setiap stakeholder yang diharapkan menunjukkan hasil yang positif sesuai dengan standar dari instrumen yang telah disusun.

“Selanjutnya akan dilaksanakan tes uji kompetensi untuk melihat kompetensi masing-masing stakeholder, dan kami berharap dari hasil tes ini menunjukkan bahwa kualitas pengawas, kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan masih sudah sesuai dengan standar yang ditentukan,” tutupnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version