kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kendala NISN Warnai Simulasi SPMB Makassar, Sistem Langsung Dievaluasi

Kendala NISN Warnai Simulasi SPMB Makassar, Sistem Langsung Dievaluasi
Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigan saat Menjelaskan Soal Simulasi SPMB 2026 (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Proses verifikasi Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) menjadi kendalan dalam simulasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Makassar di Lontra+.

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pun langsung melakukan evaluasi terhadap alur pendaftaran setelah menerima banyak masukan dari masyarakat.

Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigan, mengakui kebingungan pengguna muncul terutama pada tahapan login awal sistem.

“Di simulasi kemarin, kendalanya memang ada di sistem pendaftaran. Untuk yang sudah punya NISN, mereka bisa langsung cek data dan login. Tapi kalau belum punya, harus daftar akun dulu. Nah, di situ banyak yang bingung,” ujar Gita, Sabtu (16/05).

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat selama dua hari awal simulasi justru menjadi bahan evaluasi penting bagi tim teknis untuk membenahi sistem sebelum pelaksanaan resmi SPMB.

“Karena banyak pertanyaan masuk, kami melihat ada beberapa flow yang perlu diperbaiki. Makanya simulasi diperpanjang sampai 21 Mei supaya evaluasi bisa langsung dilakukan,” katanya.

Ia menegaskan sistem terus disesuaikan agar lebih mudah dipahami masyarakat, terutama karena SPMB tahun ini menggunakan mekanisme baru.

“Kalau ada alur yang membingungkan, kami perbaiki saat itu juga. Targetnya saat SPMB resmi dibuka, risiko kebingungan pengguna bisa ditekan,” jelasnya.

Selain pembenahan alur login, Pemkot Makassar juga menyiapkan kanal pengaduan langsung melalui grup komunikasi digital untuk menampung masukan masyarakat secara cepat.

Simulasi SPMB ini berlaku untuk jenjang TK, SD, dan SMP. Dari sisi teknis, tim juga memisahkan server pendaftaran untuk mengantisipasi lonjakan pengguna saat masa penerimaan murid baru dimulai.

“Jadi nanti kami siapkan group aduan agar lebih muda dan cepat menyampaikan keluhan dan muda di jangkau,” tukasnya.

error: Content is protected !!