KabarMakassar.com — Kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau panjang mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Toraja Utara. Polres Toraja Utara bersama Bhayangkari pun menyiapkan fasilitas sumur bor dan penampungan air bagi sekitar 500 warga di Buntu Tinno’, Lingkungan Tonga’ Lebani, Kelurahan Pantanakan Lolo, Kecamatan Kesu’.
Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat meninjau langsung lokasi persiapan pembangunan fasilitas tersebut bersama Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara, Ny. Rina Yoseph Sudrajat.
Program yang menjadi bagian dari kegiatan Bhayangkari Peduli itu ditujukan untuk membantu warga yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.
Saat ini, pembangunan sarana pendukung tengah memasuki tahap pengerjaan landasan penampungan air.
Fasilitas tersebut akan memanfaatkan sumber mata air alami yang dialirkan menuju tandon penampungan melalui instalasi yang telah disiapkan.
Sebanyak empat tandon dengan kapasitas masing-masing 2.200 liter direncanakan digunakan untuk mendukung distribusi air bersih kepada sekitar 500 warga di Buntu Tinno’ dan sekitarnya.
Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat mengatakan kebutuhan air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar warga yang perlu mendapat perhatian, terutama selama musim kemarau.
“Program bantuan sumur bor ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dan Bhayangkari terhadap kesulitan yang dialami Masyarakat. Kami memahami betapa krusialnya kebutuhan air bersih, terutama saat memasuki musim kemarau panjang seperti sekarang,” ujarnya.
Menurut Yoseph, program tersebut diharapkan dapat mengurangi kesulitan warga di wilayah yang rentan mengalami kekeringan.
“Melalui sinergi antara Polri, Bhayangkari, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat, Kami berupaya hadir memberikan solusi konkret. Harapan kami, fasilitas sumur bor ini kelak dapat mempermudah akses air bersih harian bagi seluruh warga di Buntu Tinno’ dan sekitarnya,” lanjutnya.
Selain membangun fasilitas, Yoseph meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat sarana air bersih tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Dengan tersedianya empat unit tandon berkapasitas total ribuan liter ini, fasilitas sumur bor diperkirakan mampu melayani sekitar 500 jiwa. Kami menitipkan sarana ini kepada masyarakat agar dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Polres Toraja Utara menyatakan akan terus mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan akses air bersih di daerah yang terdampak musim kemarau.












