Indeks
News  

Kekuatan Pangan RI di Tengah Kabar Godzilla El Nino

Kekuatan Pangan RI di Tengah Kabar Godzilla El Nino
Menteri Pertanian juga Ketum Umum BPP KKSS Andi Amran Sulaiman (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Menteri Pertanian juga Ketum Umum BPP KKSS Andi Amran Sulaiman membeberkan hitungan terbaru terkait kesiapan pangan nasional menghadapi ancaman El Nino yang disebut-sebut berpotensi ekstrem.

Diketahui, BRIN memprediksi Indonesia akan dihadapkan dengan Godzilla El Nino yang akan menyebabkan Kekeringan panjang sehingga berpotensi gagal panen.

Meski begitu Amran menegaskan, produksi pangan tetap terjaga bahkan saat kondisi kekeringan terjadi.

“Pada saat El Nino 2023–2024, produksi kita minimal 2 juta ton per bulan. Kalau itu kita ambil rata-rata, maka dalam 7 bulan saja bisa mencapai sekitar 14 juta ton,” ujar Amran, Kamis (26/03).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM), sekaligus merespons kekhawatiran publik terhadap fenomena yang dijuluki Godzilla El Nino.

Amran mengungkapkan, pemerintah telah menghitung secara detail ketersediaan pangan nasional, termasuk stok yang tersimpan di gudang Bulog, sektor horeca, hingga cadangan di masyarakat.

“Saya ulangi, stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan ke depan. Sementara kekeringan diperkirakan hanya berlangsung sekitar 6 bulan, jadi insyaAllah aman,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan, perhitungan tersebut belum memasukkan potensi panen dari masa tanam yang masih berjalan sepanjang tahun ini, mulai April hingga akhir tahun.

“Yang kita hitung ini belum termasuk yang akan dipanen ke depan. Artinya cadangan kita masih akan terus bertambah,” jelas Amran.

Saat ini, stok pangan nasional disebut berada di angka 4,2 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi 5 juta ton dalam waktu dekat. Angka tersebut diklaim sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Ini tidak pernah terjadi sejak Republik Indonesia merdeka. Stok kita menuju 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah,” ungkapnya.

Amran memastikan, pemerintah telah melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dan menegaskan bahwa situasi pangan nasional masih dalam kondisi aman dan terkendali.

“Sekarang ini masih lancar-lancar saja, masih baik-baik saja,” tukasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version