KabarMakassar.com — Peristiwa kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Satu unit rumah panggung beserta sejumlah kendaraan bermotor dilaporkan luluh lantak setelah diamuk si jago merah pada Jumat sore (19/6) sekitar pukul 16.20 WITA.
Kepala Pelaksana BPBD Jeneponto, Andi Patoppoi, mengonfirmasi bahwa insiden kebakaran tersebut tepatnya berlokasi di Jalan Lanto Dg Pasewang, Lingkungan Paceko, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) di lapangan, amukan api diduga kuat dipicu oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
“Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik dan menyebabkan seluruh bangunan beserta beberapa kendaraan yang berada di sekitar rumah turut terbakar,” ungkap Andi Patoppoi saat memaparkan kronologis kejadian berdasarkan laporan resmi Pusdalops-PB BPBD Jeneponto.
Kobaran api yang membesar dengan cepat membuat harta benda pemilik rumah tidak sempat diselamatkan. Andi Patoppoi merincikan dampak kerusakan material akibat musibah ini meliputi satu unit rumah panggung yang habis terbakar rata dengan tanah.
Selain bangunan, api juga menghanguskan aset kendaraan yang berada di lokasi, di antaranya tiga unit sepeda motor dan satu unit mobil Daihatsu Grand Max. Ironisnya, dua ekor kambing milik warga juga ditemukan mati terpanggang di area kejadian.
Akibat kerusakan parah ini, taksiran kerugian materiil korban sementara diperkirakan menembus angka sekitar kurang lebih Rp400 juta.
Meskipun kerugian materiil tergolong besar, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kendati demikian, sebanyak 2 Kepala Keluarga (KK) kini kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi.
“Korban terdampak yang mengungsi adalah keluarga dari Asriadi dan H. Sampara. Total ada 6 jiwa yang terdampak, dengan rincian 1 bayi, 1 balita, dan 4 orang dewasa. Sementara untuk korban jiwa atau luka-luka dilaporkan nihil,” jelas Andi Patoppoi.
Mendapat informasi kebakaran tersebut, personel TRC BPBD Jeneponto langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman api bersama unsur dinas pemadam kebakaran, TNI, Polri, serta dibantu oleh masyarakat setempat.
Setelah api berhasil dikuasai, tim gabungan segera melakukan pembersihan puing-puing bangunan di lokasi pascakebakaran.
BPBD Jeneponto juga langsung melakukan kaji cepat, kebutuhan logistik penanganan pengungsi, serta menyusun pelaporan resmi untuk tindakan tanggap darurat selanjutnya.
