kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Mamasa

Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Mamasa
Proses pemadaman api yang dilakukan Personel Polres Mamasa (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Dusun Pasir Putih, Desa Rantekamase, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Kamis (03/09).

Kobaran api menghanguskan area seluas kurang lebih lima hektare yang terdiri dari kebun milik warga serta vegetasi hutan non-produktif di sekitar bahu Jalan Poros Polewali–Mamasa.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tiga warga setempat dilaporkan mengalami kerugian setelah sejumlah tanaman di kebun mereka ikut terbakar.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh anggota Damkar Sumarorong, John Sora, sekitar pukul 02.00 WITA. Saat melintas di lokasi, ia melihat kobaran api dan segera melakukan pemadaman awal bersama tim. Upaya tersebut membuahkan hasil dan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.00 WITA.

Namun, sisa bara yang masih terdapat di lokasi kembali memicu kebakaran setelah ditiup angin kencang.
Sekitar pukul 11.10 WITA, warga kembali melaporkan bahwa api mulai membesar dan merambat ke area lainnya.

Menyikapi laporan tersebut, Damkar Sumarorong bersama personel Polsek Sumarorong dan Koramil Sumarorong langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Penanganan kemudian diperkuat dengan kedatangan satu unit Damkar Polres Mamasa pada pukul 13.30 WITA. Tidak lama berselang, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa turut bergabung dalam upaya penanganan.

Melalui kerja sama lintas instansi, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.30 WITA.

Kapolsek Sumarorong IPTU M. Isfan Fajar Satrio menjelaskan, kondisi cuaca panas, semak belukar yang mengering, serta hembusan angin kencang menjadi faktor yang menyebabkan api dengan cepat meluas.

“Kondisi lokasi yang cukup sulit dijangkau serta keterbatasan panjang selang pemadam sempat menjadi kendala bagi petugas dalam memadamkan api,”ungkapnya.

Akibat kebakaran tersebut, kebun milik tiga warga, masing-masing Ambe Suban, Mersy, dan Mariam, turut terdampak. Sejumlah tanaman seperti alpukat, durian dan nanas dilaporkan hangus dilalap api.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara, api dapat dipicu oleh kelalaian manusia, termasuk kemungkinan adanya pengguna jalan yang membuang puntung rokok sembarangan maupun aktivitas pembakaran yang tidak terkendali. Pihak kepolisian bersama instansi terkait mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta tidak membuang puntung rokok atau material mudah terbakar secara sembarangan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian bersama, mengingat kondisi cuaca panas dan angin kencang dapat membuat api dengan cepat meluas dan mengancam kebun warga maupun kawasan hutan di sekitarnya.