Indeks
News  

Kakanwil Harap Aparatur Kemenag Wajo Implementasikan Program Anregurutta Menag RI

Kakanwil Harap Aparatur Kemenag Wajo Implementasikan Program Anregurutta Menag RI
(Foto : IST).

KabarMakassar.com — Kakanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Ali Yafid menegaskan kepada seluruh aparatur Kemenag Kabupaten Wajo agar mengimplementasikan pesan dan Program Prioritas Menteri Agama RI.

Kakanwil memberikan arahan di hadapan seluruh pejabat, pimpinan Satker dan ratusan Aparatur Kemenag Kabupaten Wajo di Aula Kantor Kemenag Wajo saat Kunjungan Kerjanya pada Selasa (04/02)

Ali Yafid mengatakan warga Kemenag Sulsel memiliki potensi sumber daya manusia yang besar dan memiliki talenta yang tidak diragukan, karenanya pihaknya meminta memaksimalkan potensi tersebut untuk terus berinovasi dan berkreasi demi meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Salah satu tugas berat kita adalah menjaga marwah dan opini positif Kementerian Agama di mata publik, sebagaimana pesan Menteri Agama, bahwa kementerian kita ini menggandeng kata Agama, ibarat kain putih, sedikit saja terkena noda, akan terlihat sangat jelas,” ungkapnya.

Ali Yafid menjelaskan bahwa keberadaan Kementerian Agama di Republik ini adalah untuk lebih mendekatkan ajaran agama kepada umatnya, sebab bila seluruh umat beragama dekat dengan ajaran agamanya, maka hal tersebut menjadi modal besar dan kuat dalam menjaga negeri ini agar tetap rukun, damai menuju kesejahteraan dan kemaslahatan bangsa.

“Mari bantu Menteri Agama menjaga Bangsa Indonesia dari Sulawesi Selatan,” tutup Kakanwil.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Haji, Umrah dan Kerjasama Luar Negeri H. Bunyamin Yafid dikesempatan yang sama menitip pesan khusus.

“Buatlah relasi pengabdian kita di Kementerian Agama seperti relasi santri dan Kiyainya atau Anregurutta kalo di Tanah Bugis,” sebutnya

Menurutnya, relasi antara santri dan kyainya (guru ngaji) dalam tradisi Islam di Indonesia, khususnya di pesantren, sangat erat dan memiliki nilai-nilai yang mendalam dalam berbagai aspek diantaranya aspek spiritual yakni santri diharapkan menunjukkan ketaatan dan hormat kepada kyainya, karena kyai dianggap sebagai pemimpin spiritual dan teladan.

Selanjutnya aspek pengajaran dan bimbingan yakni kyai bertanggung jawab untuk mengajar dan membimbing santri dalam memahami ajaran Islam dan mengembangkan karakter.

Selain itu, aspek sosial diantaranya pesantren sering dianggap sebagai keluarga besar, di mana kyai sebagai figur ayah dan santri sebagai anak-anak. Lalu gotong royong di mana santri dan kyai bekerja sama dalam menjalankan kegiatan sehari-hari di pesantren, membangun rasa solidaritas dan kebersamaan

Dalam konteks ini, relasi antara santri dan kyainya bukan hanya sekedar hubungan guru-murid, tetapi juga mencakup aspek spiritual, sosial, pendidikan, dan emosional yang mendalam.

“Bantulah Kementerian Agama dengan cara yang sederhana saja, yakni Amplifikasi dan glorifikasi segala bentuk publikasi informasi yang terkait Program Kementerian Agama ke publik dan nitizen, agar seluruh teloran Kementerian Agama tidak sekedar simbol yang mengawang awang, tapi bisa dibumikan dan dirasakan manfaatnya bagi seluruh umat beragama di Indonesia dan di level global,” jelasnya

error: Content is protected !!
Exit mobile version