KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan ajang Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 sebagai sarana memperkenalkan peluang investasi dan potensi ekonomi daerah kepada dunia internasional.
Di hadapan 41 delegasi asing yang hadir dalam jamuan makan malam resmi di Benteng Fort Rotterdam, Selasa (23/06).
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengajak para perwakilan negara sahabat menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis dengan Kota Makassar.
Delegasi yang hadir berasal dari 28 negara, di antaranya Australia, Jepang, Pakistan, Malaysia, Filipina, Brasil, Meksiko, Ukraina, Polandia, Finlandia, Belanda, Nigeria, Ethiopia, Zimbabwe, Uruguay, Peru, Fiji, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, Tunisia, Venezuela, Kamboja, Laos, Rwanda, Kepulauan Solomon, Costa Rica, Bulgaria, dan Kuba.
Dalam forum yang digelar Kementerian Luar Negeri RI bersama Pemerintah Kota Makassar tersebut, Appi menegaskan bahwa Makassar memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama kawasan Indonesia Timur dengan potensi besar di sektor perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.
“Selama kunjungan ini, kami mengundang para delegasi untuk mengenal Makassar tidak hanya sebagai destinasi kuliner, tetapi juga sebagai kota sejarah, budaya, inovasi, dan peluang,” ujar Appi.
Menurutnya, Makassar terus berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi regional yang didukung infrastruktur modern, konektivitas yang kuat, serta sumber daya manusia yang kompetitif. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menarik investasi dan memperluas kemitraan internasional.
Ia menjelaskan, keberadaan Makassar New Port (MNP), akses transportasi yang terintegrasi, kawasan industri yang berkembang, serta iklim investasi yang kondusif semakin memperkuat posisi Makassar sebagai pusat perdagangan dan jasa di Indonesia Timur.
Selain menawarkan peluang investasi, Pemerintah Kota Makassar juga memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner sebagai bagian dari diplomasi daerah. Appi menyebut pendekatan gastronomi memiliki kekuatan untuk mempererat hubungan antarnegara sekaligus membuka ruang kolaborasi di berbagai bidang.
“Malam ini bukan sekadar jamuan makan malam, ini adalah perayaan persahabatan, budaya, dan diplomasi melalui makanan,” katanya.
Rangkaian IGS 2026 yang berlangsung pada 23-25 Juni turut diisi dengan forum bisnis, tur kota, dan pengalaman budaya. Melalui kegiatan tersebut, para delegasi diajak melihat langsung potensi ekonomi, sejarah, dan pariwisata yang dimiliki Kota Makassar.
Appi berharap pertemuan dengan para duta besar, konsul jenderal, serta anggota korps diplomatik yang membidangi ekonomi, perdagangan, investasi, dan sosial budaya dapat menghasilkan kerja sama konkret yang menguntungkan semua pihak.
“Yang terpenting, kami berharap pertemuan ini dapat mempererat persahabatan antarnegara dan membuka peluang baru untuk kerja sama serta kemitraan,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh delegasi menikmati berbagai pertunjukan budaya dan pengalaman khas Makassar selama berada di kota tersebut.
Menurutnya, kehadiran puluhan delegasi asing dalam IGS 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan diplomasi budaya di Indonesia Timur.
