Indeks
News  

Jangan Sampai jadi Si Paling Iri, Kenali 3 Wajah yang Digrogoti Hasad

Jangan Sampai jadi Si Paling Iri, Kenali 3 Wajah yang Digrogoti Hasad
Ilustrasi

KabarMakassar.com — Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Munawir Kamaluddin, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit hati berupa hasad atau iri dengki yang kerap tidak disadari.

Menurutnya, hasad sering kali tidak tampak dari sikap luar seseorang, bahkan bisa bersembunyi di balik senyuman, pujian, dan tutur kata yang lembut.

Munawir menjelaskan, para ulama salaf telah menggambarkan tiga ciri utama orang yang memiliki sifat hasad. Pertama, gemar menggunjing ketika orang yang didengki tidak berada di hadapannya. Kedua, bersikap manis dan penuh pujian saat bertemu. Ketiga, merasa senang ketika orang yang didengkinya tertimpa musibah.

“Orang yang hasad memiliki tiga tanda: ia menggunjing ketika orang yang didengkinya tidak ada, berpura-pura manis ketika berhadapan dengannya, dan bergembira ketika musibah menimpanya,” tulis Munawir dilansir dari laman MUI, Minggu (19/07).

Ia menilai hasad merupakan penyakit hati yang membuat seseorang lebih tersiksa oleh keberhasilan orang lain dibanding persoalan yang dihadapinya sendiri. Akibatnya, seseorang kehilangan rasa syukur karena terus membandingkan hidupnya dengan orang lain.

Menurut Munawir, di era media sosial, sifat hasad semakin mudah muncul. Seseorang dapat terlihat memberikan dukungan melalui komentar atau tanda suka, tetapi dalam hatinya justru berharap orang lain mengalami kegagalan.

“Hasad sering menyamar sebagai kritik, nasihat, atau kepedulian. Padahal yang berbicara bukan akal sehat, melainkan hati yang terluka oleh iri,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap nikmat yang diterima seseorang merupakan ketetapan Allah SWT. Karena itu, iri terhadap keberhasilan orang lain pada hakikatnya menunjukkan ketidakpuasan terhadap pembagian rezeki yang telah ditetapkan-Nya.

Munawir menegaskan, cara mengatasi hasad bukan dengan menjatuhkan orang lain, melainkan memperbaiki diri, memperbanyak rasa syukur, serta ikut mendoakan kebaikan bagi sesama.

“Hasad tidak pernah mengurangi nikmat orang lain, tetapi selalu mengurangi ketenangan pemiliknya. Ia adalah api yang mula-mula membakar hati pendengki sebelum berusaha membakar orang yang didengkinya,” tukasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version