KabarMakassar.com — Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Jamaluddin Jompa menegaskan kepada masyarakat umum agar tidak mempercayai adanya pihak-pihak atau oknum-oknum tertentu yang mengiming-imingi mampu meloloskan masuk ke Unhas dengan imbalan tertentu.
Diketahui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Unhas akan digelar 2 tahap yakni tahap I pada 14-18 Mei dan tahap II pada 22-28 Mei 2023 mendatang.
Adapun jumlah pendaftar jalur SNBT Unhas mencapai 20.687 orang dengan kuota lulus hanya sebanyak 5.562 orang.
“Jangan percaya itu. Tidak ada itu bayar-bayar kalau mau masuk lewat jalur SNBT,” kata Prof. JJ, Sabtu (15/04).
Pihaknya menegaskan secara langsung jika dalam proses SNBT nantinya ditemukan adanya kecurangan-kecurangan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. .
“Segala bentuk kecurangan akan kita serahkan ke kepolisian dan jika hal-hal tersebut melibatkan oknum di Unhas maka akan kami memberlakukan sanksi skorsing hingga sampai pemecatan. Kita sanksi sesuai tingkat kesalahan yang diperbuat,” tegasnya.
Pihaknya pun mengharapkan agar pihak-pihak yang terlibat dengan kegiatan SNBT ini bekerja secara profesional dan penuh integritas.
"Kalau perlu membuat surat Fakta Integritas, khususnya yang terlibat di bagian informasi dan tekhnologi (IT)", jelasnya
Soal pengamanan SNBT, lanjut Prof. JJ, pihaknya akan melibatkan petugas keamanan sepenuhnya, seperti pengamanan internal, Satpam Unhas dan pihak kepolisian.
Dia juga menyatakan akan mengantisipasi tindak-tindak kecurangan sebelum proses ujian berlangsung yang kemungkinan akan terjadi.
Prof. JJ mencontohkan, misalnya dari 20.687 pendaftar itu, pihaknya telah mengidentifikasi peserta calon mahasiswa yang berasal dari Sulsel tetapi memilih tempat-tempat tes bukan di Unhas, bahkan ada yang memilih tes dilokasi provinsi jauh di Timur kemudian memilih prodi-prodi bergengsi di Unhas.
“Hal-hal seperti ini tentu mengundang kecurigaan sehingga kita waspadai dan kalau nantinya itu terbukti ada kecurangan bisa saja dia didiskualifikasi meskipun telah dinyatakan lulus,” pungkasnya.













