KabarMakassar.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali arah pembangunan nasional.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan langkah nyata mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata di seluruh pelosok negeri.
“Momentum peringatan Hari Kemerdekaan harus bisa dimanfaatkan untuk memperkuat langkah kita bersama mewujudkan kesejahteraan bagi setiap anak bangsa,” ujar Lestari dalam keterangannya, Minggu (17/08).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025 mencatat tingkat kemiskinan nasional masih berada di angka 8,47%, atau setara 23,85 juta jiwa. Meski terjadi penurunan dibandingkan tahun lalu, angka tersebut masih jauh dari target pemerintah menekan kemiskinan hingga 6,5% pada 2026.
Tidak hanya soal kemiskinan, akses pendidikan juga masih menghadapi persoalan serius. Catatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun 2025 menunjukkan sekitar 3,9 juta anak Indonesia belum terjangkau layanan pendidikan formal. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penghambat dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan merata.
Menurut Lestari, yang akrab disapa Rerie, ukuran kesejahteraan tidak sekadar ditentukan dari tingkat pendapatan, tetapi juga kemampuan negara memberikan akses setara di bidang pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.
“Tantangan untuk merealisasikan kesejahteraan bagi setiap anak bangsa membutuhkan gerak bersama. Pemerataan akses adalah kunci agar setiap warga negara merasakan makna kemerdekaan secara utuh,” tegasnya.
Politisi NasDem asal Dapil Jawa Tengah II itu menambahkan, HUT Kemerdekaan ke-80 harus menjadi titik refleksi sekaligus komitmen kolektif untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Rerie menegaskan bahwa cita-cita masyarakat adil dan makmur hanya bisa diwujudkan jika setiap anak bangsa turut berperan aktif sesuai kapasitasnya masing-masing.
“Sudah saatnya kita menempatkan kesejahteraan sebagai tujuan utama pembangunan. Pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja adalah pondasi agar kemerdekaan benar-benar bermakna,” tutup anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.














