kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

HUT ke-80 RI di Makassar Sepi Atraksi, Appi Tekankan Esensi

HUT ke-80 RI di Makassar Sepi Atraksi, Appi Tekankan Esensi
Tampak dari Atas Upacara HUT ke-80 RI di Karebosi Kota Makassar, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Makassar berlangsung khidmat di Lapangan Karebosi, Jl. Ahmad Yani, Minggu pagi (17/08).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, bertindak sebagai inspektur upacara. Prosesi berlangsung sesuai protokol kenegaraan, diikuti jajaran pemerintah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, mantan wali kota dan wakil wali kota, hingga pelajar.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, upacara kali ini digelar sederhana tanpa atraksi budaya maupun parade adat. Seluruh pejabat hadir mengenakan busana resmi: jas bagi kepala daerah, PDU bagi camat dan lurah, serta seragam Korpri bagi ASN. Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, bersama jajaran TP PKK kecamatan dan kelurahan, tampil anggun dengan kebaya bernuansa merah putih, menambah kesakralan suasana.

Rangkaian upacara berjalan penuh penghormatan, dimulai dengan pengibaran bendera merah putih hingga pembacaan teks proklamasi. Penampilan aubade dari pelajar SMP se-Kota Makassar menjadi penutup sederhana yang tetap memberi kesan mendalam.

Momentum tahun ini sangat berbeda dibanding peringatan sebelumnya. Pada masa Wali Kota Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, upacara HUT ke-79 RI digelar meriah di Anjungan Pantai Losari. Saat itu, panitia membentangkan 79 bendera merah putih masing-masing sepanjang 100 meter di atas dua kapal Pinisi, lengkap dengan atraksi jetski dan flyboarding. Tak hanya itu pada HUT RI ke 78 Pemkot Makassar mengusung Konsep bunga rampai dengan 78 akar, batang, dan bunga menjadi ikon unik yang memaknai perjuangan, ideologi, dan kemerdekaan.

Sementara tahun 2015, Appi memilih pendekatan lebih sederhana dengan menekankan esensi peringatan kemerdekaan.

Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi harus dimaknai sebagai momentum memperkuat persatuan dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Makna kemerdekaan adalah bagaimana kita merdeka dari permasalahan sosial yang ada. Pemerintah harus hadir memberikan pelayanan yang lebih baik, sehingga bisa memberi arti penting bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Appi usai upacara.

Ia menambahkan bahwa kado terbaik dalam peringatan kemerdekaan bukanlah kemeriahan acara, melainkan hasil nyata dari kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Dengan kebersamaan inilah, kata Appu, Kota Makassar dapat bergerak menjadi kota yang lebih unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.

“Kolaborasi pemerintah dan masyarakat adalah kado terindah bagi Makassar. Inilah yang akan mengantarkan kita menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

error: Content is protected !!