kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Harta Kekayaan Menteri Keuangan Baru Purbaya Yudhi Capai Rp39,21 Miliar

Harta Kekayaan Menteri Keuangan Baru Purbaya Yudhi Capai Rp39,21 Miliar
Menteri Keuangan (Menkeu), Baru Kabinet Merah Putih Purbaya Yudhi Sadewa sebagai, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada Senin (08/09).

Penunjukan ini langsung menarik perhatian publik, termasuk pada besaran harta kekayaan yang dimiliki Purbaya.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total harta kekayaan Purbaya Yudhi Sadewa tercatat mencapai Rp39,21 miliar per 2024.

Angka tersebut meningkat 19,36% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp32,84 miliar.

Dalam LHKPN, kekayaan Purbaya sebagian besar berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan dengan nilai total mencapai Rp30,50 miliar yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan. Harta kekayaan Purbaya didominasi properti, terutama tanah dan bangunan.

Selain aset properti, Purbaya juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai total Rp3,60 miliar. Rinciannya antara lain mobil Mercedes Benz tahun 2008 senilai Rp200 juta, BMW Jeep 2019 senilai Rp1,60 miliar, Toyota Alphard Minibus 2019 senilai Rp1 miliar, dan Peugeot Jeep New 5008 2019 senilai Rp730 juta.

Tidak hanya mobil, Purbaya juga memiliki dua sepeda motor, yaitu Yamaha XMAX BG6 AT tahun 2018 senilai Rp55 juta dan Honda Vario 125 tahun 2021 senilai Rp21 juta.

Sementara untuk aset keuangan, Purbaya melaporkan kepemilikan surat berharga senilai Rp220 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp4,20 miliar. Menariknya, ia tidak memiliki utang sehingga total kekayaannya bersih di angka Rp39,21 miliar.

Latar belakang karier Purbaya menambah konteks pada harta kekayaannya. Sebelum menjabat Menkeu, ia dikenal luas sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), holding BUMN pertambangan yang menaungi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Timah Tbk. (TINS), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), hingga PT Freeport Indonesia.

Posisi ini menegaskan keterlibatan Purbaya dalam sektor strategis perekonomian nasional, khususnya di bidang energi dan pertambangan.

Fondasi akademik yang kuat turut menunjang kariernya. Purbaya menempuh pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada bidang Teknik Elektro.

Minatnya di bidang ekonomi kemudian membawanya melanjutkan studi doktoral di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, hingga meraih gelar Ph.D.

Loading

error: Content is protected !!