KabarMakassar.com — Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian 3 Anak Buah Kapal (ABK) KM Asia Mulia GT 41 yang tenggelam di perairan Bungeng, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Memasuki hari keempat, Tim SAR gabungan yang terdiri Tim Basarnas, TNI AL, BPBD Jeneponto dan BPBD Bantaeng, dibagi menjadi empat Satuan Regu (SRU).
Dalam proses pencarian tersebut, SRU 1 (KN SAR Kamajaya) melakukan proses pencarian korban dari Pelabuhan Tino ke perairan Bantaeng namun hasilnya nihil.
Sementara SRU 2 (RIB BANTAENG), Tim SAR gabungan juga melakukan upaya pencarian dari Pelabuhan Tino-Bantaeng, tetapi hasilnya juga masih nihil
SRU 3 (Rib Syahbandar) melakukan pencarian dari Pelabuhan Bungeng dengan menyisir Pesisir Laut Perairan Jeneponto. Hasilnya, Tim SAR gabungan menemukan serpihan kapal yang diduga milik KM Asia Mulia GT 41.
“Tim SAR gabungan akhirnya telah berhasil menemukan potongan Kayu diduga Milik KLM Asia Mulia sekitar 5 NM dari PLTU Jeneponto,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jeneponto, Andi Patoppoi dalam laporan tertulisnya, Minggu (22/06) malam.
Sementara SRU 4 (INFANTRI), yang melakukan pencarian dengan berjalan kaki di pesisir pantai tak berpenghuni di Kabupaten Jeneponto dan menyampaikan Informasi di Warga Pesisir Pantai juga mendapatkan hasil nihil.
Usai mendapatkan petunjuk, Tim SAR gabungan akan kembali melakukan pencarian terhadap tiga ABK yang dinyatakan hilang sejak 19 Juni 2025 lalu.
“Operasi pencarian akan dilanjutkan esok hari pada Senin, 23 Juni 2025,” pungkas Andi Patoppoi.













