KabarMakassar.com -– Festival Literasi Bantaeng semakin meriah di hari kedua pelaksanaannya. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng yang juga menjabat sebagai Bunda Literasi, Gunya Paramasukhaputri, menjadi pusat perhatian dalam talk show yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng pada Jumat (24/10).
Gelar Wicara Literasi ini merupakan bagian inti dari rangkaian Library Pop-Up Fest, yang tahun ini mengangkat tema ambisius: “Menumbuhkan Budaya Literasi, Menuju Indonesia Emas 2045.”
Dalam talk show tersebut, Bunda Literasi Gunya Paramasukhaputri berbagi panggung dengan tokoh penting lainnya, yaitu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, serta Duta Baca Provinsi Sulawesi Selatan, Ramlah. Kehadiran para tokoh ini menegaskan komitmen lintas sektor dalam memperkuat fondasi literasi di tingkat daerah.
Selain talk show yang inspiratif, hari kedua festival ini juga menjadi ajang peluncuran dan pemaparan karya lokal yang membanggakan. Acara ini menampilkan Antologi Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal yang berjudul memikat, “Bantaeng, Satu Negeri Seribu Cerita.”
Buku antologi ini dibedah dan dipresentasikan oleh tiga tokoh di baliknya, Ade Surmi Indrajat sebagai penggiat literasi, Ardi Labarani sebagai kontributor penulis, dan Sulhan Yusuf sebagai penyunting buku.
Keberadaan buku ini diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan mencintai warisan budaya lokal mereka melalui tulisan.
Rangkaian kegiatan literasi hari kedua juga diisi dengan bedah buku antologi hasil lomba pembuatan buku resensi koleksi perpustakaan tingkat SMP dan SMA, yang bertema “Menyigi Makna.” Festival ini sukses menjadi melting pot bagi para pegiat literasi, akademisi, dan generasi muda Bantaeng.
![]()













