KabarMakassar.com — Fraksi MULIA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyoroti belanja modal kesehatan Kota Makassar hanya terserap 75 Persen hingga infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2025.
Hal itu diungkapkan Juru bicara fraksi MULIA Irmawati Sila dalam pandangan akhir fraksi atas Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di ruang sipakalebi, Rabu (29/07).
Irmawati sila mengatakan, Fraksi MULIA memperhatikan bahwa terdapat program strategis daerah yang tidak terealisasi seperti di sektor Kesehatan.
“dengan anggaran belanja modal Rp. 85,34 Miliar lebih, direalisasikan sebesar Rp. 63.59 Miliar atau 74,51%,” tegasnya.
Selanjutnya, dari sektor infrastruktur jalan dan drainase seperti Irigasi dan Jaringan yang mengalami kendala antara lain Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Jaringan Perpipaan Kelurahan Rappokalling pada Kecamatan Tallo dan Kecamatan Tamalate yang perencanaannya selesai di Bulan November 2025.
“Ini tentunya tidak memiliki waktu yang cukup untuk pelaksanaan fisik,” tegasnya.
Meski begitu, Fraksi MULIA mengapresiasi dan mendukung langkah pemerintah kota bersama pihak eksekutif untuk menciptakan kombinasi berbagai kebijakan belanja modal yang menyentuh kepentingan masyarakat termasuk perbaikan kualitas perencanaan dan pelaksanaan seluruh program dan kegiatan.
“Tak hanya itu juga adanya pendampingan, asistensi, koordinasi dengan seluruh stakeholders, tak lupa pula dukungan dari legislatif akan selalu berdampingan dengan kebijakan dan langkah strategis, demi keberhasilan dalam pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat Kota Makassar” tukasnya.
