KabarSelatan.id — Dalam rangka menjelang Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-59, Lapas Bulukumba menghadirkan program “One Day One Prison’s Product” yang berarti warga binaan wajib menjajakan hasil karyanya untuk masyarakat umum dan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas kelas 2A Bulukumba.
Kegiatan ini mewajibkan seluruh petugas untuk membeli produk hasil karya dari warga binaan, yang bertujuan untuk mendorong semangat kerja dan produktivitas Warga Binaan Pemasyarakatan melalui rangkaian One Day One Prison’s Product selama satu hari.
Tidak hanya Pameran Hasil Karya warga Binaan Lapas Bulukumba bersama Dharma Wanita, Dinas Perindag dan Bulog serta puluhan UMKM ikut bekerjasama menggelar Pasar Murah yang akan dilaksanakan pada 6 April 2023.
Dalam kegiatan Ini beberapa produk warga Binaan dipamerkan diantaranya, sayuran segar dari pusat pembinaan kemandirian narapidana, terdapat juga Ikan nila segar dan aneka sayuran segar dan terdapat hasil karya tangan dari limbah makanan yang disulap menjadi pajangan serta beberapa action figure yang juga terbuat dari limbah.
Tidak hanya itu, beberapa menu Takjil juga tersedia untuk melengkapi menu berbuka Puasa beserta pakaian layak pakai yang dijual murah persebahan dari ibu Dharmawanita untuk berbagi ke beberapa Masyarakat Sekitar yang kurang mampu.
Selain itu, dalam kegiatan ini juga akan mebagikan ratusan makanan berbuka puasa untuk pengunjung dan pengendara yang melintas.
Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari, dimana kegiatan ini dilakukan di halaman Kantor Lapas Bulukumba .
Sementara Itu, Kalapas Bulukumba Mut Zaini mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk sinergitas antara petugas, WBP, Dharma Wanita dengan stakeholder serta bentuk cinta dan bangga dengan karya warga binaan ,
Di harapkan kegiatan ini dapat menjadi semangat bagi warga binaan dan pegawai untuk mempromosikan produk produk ataupun hasil karya dari warga binaan pemasyarakatan.
Sehingga nantinya tidak hanya petugas saja yang dapat merasakan produknya akan tetapi juga masyarakat luar bahkan juga bisa diproduksi dalam jumlah besar," tutup Kalapas.













